alexametrics

Pelibatan Masyarakat dan Publikasi Naikkan Kepercayaan terhadap Polri

loading...
Pelibatan Masyarakat dan Publikasi Naikkan Kepercayaan terhadap Polri
Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni menilai, secara kinerja masyarakat telah mengetahui keberhasilan Polri. Foto: Ist
A+ A-
JAKARTA - Peningkatan kepuasan dan kepercayaan publik terhadap kinerja polisi dinilai tak lepas dari aktifnya pelibatan masyarakat serta publikasi yang dilakukan jajaran Polri melalui media massa dan media sosial. Secara kinerja, pengungkapan berbagai kasus kejahatan dan pengamanan event besar yang dilakukan Polri dinilai sudah sangat memuaskan.

Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, secara kinerja masyarakat telah mengetahui keberhasilan Polri mengamankan sejumlah event besar, salah satunya perhelatan Asian Games 2018. Polri dibantu TNI berhasil meyakinkan masyarakat untuk datang menyaksikan para atlet yang bertanding di Senayan dan Palembang tanpa khawatir ancaman keamanan, termasuk teror.

Keseriusan Polri dalam berbagai penanganan kasus juga terlihat, seperti penanganan kasus hoaks surat suara tercoblos, pemberantasan narkoba hingga pemberantasan korupsi. Sebagai gambaran, dua pekan di awal Januari tahun 2019 ini, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri mencatat ada 1.155 kasus narkotika yang diungkap jajarannya. (Baca juga: Indeks Kepercayaan Publik terhadap Polri Dinilai Meningkat)

Di akhir bulan lalu, tepatnya 28 Januari 2019, Polri bahkan mengungkap keberadaan sabu-sabu seberat 50 kilogram dan ribuan butir ekstasi yang dikubur di Sungai Parapat, Desa Sei Kubung, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Sumut. Sedangkan untuk kasus korupsi, penanganan kasus mafia bola secara transparan terus diperlihatkan Polri.



“Berbagai prestasi kerja Polri ini tentunya terekam baik di benak masyarakat. Saat ini masyarakat tak khawatir untuk datang ke berbagai event besar karena yakin dengan keamanan dilakukan Polri. Masyarakat juga mengetahui Polri terus memerangi narkoba dan korupsi,” papar Sahroni, Sabtu (2/2/2019).

Tak hanya tingkatan Mabes Polri dan Polda, jajaran Polres juga menjadi ujung tombak peningkatan kepercayaan publik terhadap masyarakat. Polres Jakarta Barat misalnya, terus membuktikan diri kemampuan menangani berbagai gangguan keamanan dan kejahatan, mulai dari premanisme hingga narkoba.

Polres Jakarta Barat juga aktif menggandeng unsur tiga pilar lainnya beserta para tokoh agama dan pengurus rumah ibadah dalam menciptakan situasi Kantibmas yang kondusif menghadapi pelaksanaan Pemilu Serentak. (Baca juga: Indonesia Masuk 10 Negara Teraman, Kinerja Polri Diapresiasi)

Politisi NasDem yang kembali maju sebagai caleg dari Dapil Jakarta III ini berpendapat, kinerja Humas Polri juga sebagai aspek vital peningkatan kepercayaan publik. Bukan hanya aktif menyodorkan informasi kepada insan pers, jajaran Humas Polri mulai dari tingkatan Polres, Polda hingga Mabes Polri, terus mengkampanyekan kinerja institusi mereka melalui media sosial.

Berbagai sosialisasi berupa bahaya narkoba, premanisme, pesan damai dan lainnya terus dipublikasi melalui berbagai akun dimiliki Polri di media sosial. “Selain melalui pemberitaan di media massa, Polri menjadikan media sosial seperti Instagram, Facebook dan lainnya sebagai saluran komunikasi mereka kepada masyarakat. Saya menyoroti jajaran Polri dalam berbagai tingkatan satuan hingga wilayah semakin aktif menginformasikan berbagai kegiatan dan keberhasilan mereka melalui media sosial,” jelas Sahroni.

Sebelumnya, perusahaan marketing dan lembaga konsultasi MarkPlus Inc menyebutkan sebagian besar Polda dan Polres memperoleh nilai kepuasan dan kepercayaan di atas hasil rata-rata. Indeks kepuasan terhadap institusi kepolisian secara keseluruhan mencapai 74,46 persen dan nilai indeks kepercayaan sebesar 80,37 persen.

Tingginya tingkat kepercayaan tersebut diperoleh dari hasil survei terhadap persepsi masyarakat terkait penerapan program prioritas Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yang disebut Promotor atau Profesional, Modern dan Terpercaya. Survei menggunakan empat kriteria yang terdiri dari kultur, kinerja, media, dan isu terkini.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak