alexametrics

Indonesia Leaders Forum 2019

Menristek Fokuskan Pendidikan Vokasi untuk Peningkatan SDM

loading...
Menristek Fokuskan Pendidikan Vokasi untuk Peningkatan SDM
Menristekdikti Mohamad Nasir saat berbicara dalam Indonesia Leaders Forum (ILF) 2019 yang digelar oleh KORAN SINDO dan SINDOnews, di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (23/1/2019). Foto/SINDOnews/Isra Triansyah
A+ A-
JAKARTA - Dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir akan memfokuskan pada pendidikan vokasi yang lebih baik.

"Pendidikan vokasi musti kita siapkan dengan baik. Pendidikan vokasi ini ke depan harus melihat apa yg dibutuhkan oleh industri jadi program studi harus menyesuaikan kebutuhan industri jangan sampai membuka prodi yang tidak dibutuhkan oleh industri," ujar Nasir di Indonesia Leader Forum (ILF) 2019 yang digelar oleh KORAN SINDO dan SINDOnews di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Dalam pendidikan vokasi tersebut, Nasir menyebut dosen vokasi masih diisi rata-rata
dosen yang mempunyai background S2 dan S3. Menurutnya, untuk menghadapi dunia industri tidak cukup harus juga ada dosen dari bidang industri paling tidak 50%.



"Tujuannya supaya mahasiswa mendapatkan pembelajaran praktik yang ada di industri itu yang penting. Sehingga kalau itu bisa dilakukan akan lebih baik," ungkapnya.
Baca juga: Menristek: Tanpa Inovasi, Negara Tak Akan Mampu BersaingNasir juga menyebut untuk selanjutnya, Pemerintah akan memfokuskan dosen dari bidang industri yang bukan berlatar belakang bukan S2 untuk bisa bersaing dengan dosen vokasi lainnya.

"Kami lalukan dengan kebijakan presiden no 8 tahun 2013 yaitu KKNI maka dengan itulah ingin kita selesaikan dengan baik bagi para profesional para praktisi yang tidak mempunyai latar belakang S2 tetapi secara kompetensi levelnya sama dengan S2 atau S3," tuturnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak