alexametrics

Makam Dipindah karena Beda Pilihan, DPR: Budaya Berdemokrasi Lemah

loading...
Makam Dipindah karena Beda Pilihan, DPR: Budaya Berdemokrasi Lemah
Pemindahan dua makam di Gorontalo, karena perbedaan dukungan politik pada keluarganya untuk Pileg 2019 ditanggapi Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Pemindahan dua makam di Desa Toto Selatan, Bone Bolango, Gorontalo, karena perbedaan dukungan politik pada keluarganya untuk Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 ditanggapi Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid. Menurut dia, peristiwa itu membuktikan bahwa masih banyak rakyat Indonesia yang lemah budaya berdemokrasi.

"Masih banyak rakyat Indonesia yang masih lemah budaya berdemokrasi, budaya berbeda pendapat," ujar Sodik Mudjahid kepada SINDOnews, Senin (14/1/2019).

Bahkan, kata dia, masih lemahnya pemahaman agama sebagian masyarakat Indonesia. "Tugas para pemimpin untuk memberi kedewasaan dalam berdemokrasi, berpolitik, dan beragama," kata Politikus Partai Gerindra ini.



Diketahui, pemilik tanah merupakan adik ipar dari Caleg DPRD Bone Bolango yang diusung Partai Nasdem yakni Iriani Manoarfa. Ia marah dan meminta makam dipindahkan dikarenakan keluarga almarhum memilih mendukung caleg partai lain.

Peristiwa pemindahan makam itu pun membuat pihak keluarga pemilik kuburan menangis histeris. Adapun dua kuburan yang dibongkar adalah makam pasangan suami-istri, Masri Dunggio dan Siti Aisah Hamsah.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak