alexametrics

Pergerakan Caleg Mulai Pengaruhi Elektabilitas Parpol

loading...
Pergerakan Caleg Mulai Pengaruhi Elektabilitas Parpol
Pergerakan Caleg Mulai Pengaruhi Elektabilitas Parpol
A+ A-
JAKARTA - Memasuki empat bulan masa kampanye, pergerakan elektabilitas sejumlah parpol menengah mulai kelihatan. Pergerakan ini tidak terlepas dari mulai bergeraknya para calon anggota legislatif (caleg) mengampanyekan pencalonan mereka dalam Pemilu 2019.

Dari hasil survei terbaru yang dilakukan Alvara Research Center, diketahui elektabilitas paling tinggi masih didapatkan PDIP (28,3%), disusul Partai Gerindra (17,3%). Adapun posisi berikutnya Partai Golkar (9,9%), Partai PKB (7,3%), dan Partai Demokrat (6,4%). Di urutan berikutnya ada Partai NasDem (4%), PKS (3,3%), PPP (2,8%), PAN (1,7%) dan Partai Perindo (1,3%). Sementara itu undecided voters mencapai 16,1%.

“Ada hal yang menarik pada akhir 2018 ini, jumlah undecided voters pada pileg hampir tidak berubah bila dibandingkan dengan Oktober 2018. Seiring dengan kampanye parta-partai dan calegnya, terlihat ada pergerakan kenaikan dari partai-partai menengah, sementara partai kelas atas mulai mengalami stagnasi,” ujar CEO Alvara Hasanuddin Ali saat merilis hasil survei di Jakarta akhir pekan kemarin.



Menurut Hasanuddin, partai politik tetap perlu mewaspadai swing voters karena masih ada 54,8% pemilih yang masih akan mengubah pilihannya. Kerja politik dalam pileg juga perlu diperhatikan. Termasuk performa caleg menjadi faktor utama yang memengaruhi pemilihan pada Pemilu Legislatif 2019.

Dijelaskan, PDIP meski masih berada di urutan teratas. Namun dibandingkan hasil survei dua bulan sebelumnya, yakni Oktober 2018, ada kecenderungan penurunan. Pada survei Oktober lalu, perolehan suara PDIP sebesar 29,9%. Begitu pula Partai Gerindra juga mengalami penurunan dari 18,4% pada Oktober menjadi 17,3% pada survei Desember 2018.

Sementara Partai Golkar justru mengalami kenaikan dari 9,5% menjadi 9,9%. Begitu pula PKB dari 7,2% menjadi 7,3%. Demokrat pun demikian dari 6,3% menjadi 6,4%; NasDem dari 3,4% menjadi 4,0%; PKS dari 2,9% menjadi 3,3%, PPP dari 2,2% menjadi 2,8%, dan PAN dari 1,6% menjadi 1,7%.

Menurut Hasan, memang selama ini perhatian publik banyak tersedot ke pilpres, padahal sebenarnya dinamika pileg juga sangat penting. "Kita lihat berdasarkan survei yang kita lakukan, partai menengah mulai menunjukkan pergerakannya. Ini saya kita ada konfigurasi kampanye yang dilakukan para caleg mulai menunjukkan hasilnya. Ini nanti terus bergerak sampai April 2019. Nanti konfigurasinya akan kelihatan partai-partai menengah mana yang akan masuk ke parlemen," katanya.

Menurut Hasan, lima parpol di atas PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, dan Demokrat sudah pasti aman. Tapi yang bawah-bawah masih belum. "Jadi kuncinya memang seberapa keras usaha para caleg ini untuk bergerak. Saya lihat semua caleg bekerja keras," paparnya.

Hasanuddin juga menyoroti fenomena di berbagai daerah ada banyak caleg yang tidak tertarik untuk memasang foto capres-cawapres di baliho yang mereka pasang. "Ini wajar saja karena ada banyak pemikiran di kalangan para caleg yang mengatakan 'saya tak peduli dengan presidennya siapa, yang penting saya jadi'. Kalau sudah begitu kan dia melihat di mana basis dia berada.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak