alexametrics

Menikmati Jasa Prostitusi Semakin Mudah bagi Lelaki Hidung Belang

loading...
Menikmati Jasa Prostitusi Semakin Mudah bagi Lelaki Hidung Belang
Menikmati Jasa Prostitusi Semakin Mudah bagi Lelaki Hidung Belang
A+ A-
Saat malam menjelang, di sela rintik hujan deras yang sempat mengguyur Surabaya selepas magrib, deretan wisma yang gelap dan terkunci rapat terasa hening di eks lokalisasi Dolly.

Sesekali, di ujung gang muncul dua pria yang mengenakan jaket untuk menawarkan jasa para PSK.Mereka memang tak lagi bergerombol seperti dulu yang di tiap depan wisma menawarkan para PSK. Kini dalam operasi senyap itu mereka duduk santai sembari bercanda dengan temannya yang lain.

“Ada yang cantik, tarif masih pakai yang lama,” kata seorang pria yang memakai jaket tebal dengan topi hitam kepada pengendara sepeda motor yang melintas. Tawaran itu tak digubris oleh para pengguna jalan yang masih sepi ketika pukul 22.00 WIB.

Ia pun tak putus asa. Kursi plastik yang ada tepat di depan kaca wisma kembali diduduki. Dengan sabar dan awas, ia terus memandang ke tiap pengendara yang melintas. Baru jelang pukul 23.00 WIB ada seorang pengguna sepeda motor yang berhenti di depannya.

Percakapan dimulai dengan aksi saling tawar. Diskusi antarkeduanya mulai terlihat renyah ketika sudah ada kesepakatan harga. Si calo kini mulai sibuk memainkan tombol ponsel. Sementara pria hidung belang tetap duduk di atas motor sambil menunggu perintah dari si calo.

“Ikuti saja sepedaku, nanti langsung ketemu,” ujarnya kepada lelaki hidung belang yang mengendarai sepeda motor dengan plat nomor luar Surabaya. Mereka berdua mengendarai sepeda motornya masing-masing. Kendaraan itu dipacu dengan kencang ke arah Dukuh Pakis.

Tepat di gang VI, di bawah pohon mangga yang rindang, dua perempuan dengan pakaian ketat sudah menunggu. Satu perempuan masih terlihat muda, sementara satunya lagi sudah paruh baya. Setelah diperlihatkan, lelaki hidung belang menyatakan ketertarikan.

Sejumlah uang langsung diberikan pada mucikari yang kini selalu menemani anak buahnya. Dengan mengendarai sepeda motor, mereka berempat langsung mencari hotel melati yang berada di dekat Pasar Kembang. PSK dan mucikari dibonceng oleh si calo yang kini berubah fungsi menjadi tukang ojek.

Sementara pria hidung belang berangkat lebih dulu untuk mem-booking kamar. Setelah sampai di hotel, mucikari dan tukang ojek menunggu di luar. Sementara PSK yang dipesan langsung masuk ke kamar hotel yang sudah disewa oleh pria hidung belang.

Selain menjaring para pelanggan dari pinggir jalan, berjualan lewat media sosial juga menjadi ladang renyah bagi para mucikari. Mereka memiliki grup di jejaring sosial Facebook, Instagram, maupun WhatsApp.
halaman ke-1 dari 5
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak