alexametrics

Kesaksian Perdana Penyidik Senior KPK Novel Baswedan

loading...
Kesaksian Perdana Penyidik Senior KPK Novel Baswedan
Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, mengungkap peran terdakwa advokat sekaligus pendiri dan Chairman kantor hukum Lucas & Partners?, Lucas. Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, mengungkap peran sentral terdakwa advokat sekaligus pendiri dan Chairman kantor hukum Lucas & Partners‎, Lucas.

Novel Baswedan dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK sebagai saksi dalam persidangan terdakwa Lucas ‎di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/11/2019).

Untuk diketahui, ini menjadi kesaksian perdana Novel dalam sebuah kasus. Setelah dirinya menjalani proses penyembuhan mata akibat peristiwa penyiraman air keras yang dialaminya.



‎Selain Novel, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menghadirkan Anak Eddy Sindoro, Michael Sindoro, dua staf Custumer Service Garuda Indonesia Muhammad Ridwan dan David Jousa Rubingan serta pegawai Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Andi Sofyar.

Perkara Lucas yakni dengan sengaja menghalang‎-halangi penyidikan kasus suap pengurusan beberapa perkara Lippo Group di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan tersangka mantan petinggi sejumlah anak perusahaan Lippo Group sekaligus chairman PT Paramount Enterprise International Eddy Sindoro.‎

Novel Baswedan mengaku kenal dengan terdakwa Lucas sejak 1 Oktober 2018. Saat itu tim satuan tugas (satgas) yang dipimpin Novel memeriksa Lucas sebagai saksi untuk tersangka Eddy Sindoro di Gedung Merah Putih KPK. Setelah pemeriksaan tersebut, Lucas ditetapkan sebagai tersangka dan diperiksa sebagai tersangka menghalang-halangi penyidikan.

Novel membeberkan, sekitar September 2018 KPK menerima informasi bahwa Eddy Sindoro yang sebelumnya kabur ke luar negeri ternyata sudah dideportasi otoritas Malaysia ke Indonesia. Tim penyidik lantas turun dan mengecek data perlintasan Imigrasi.

Rupanya data perlintasan Imigrasi Eddy tidak ditemukan. Tim lantas menyita Closed Circuit Television (CCTV) di Bandara Soetta. Rupanya dari CCTV tersebut ditemukan fakta bahwa ada sejumlah pihak yang membantu Eddy bisa keluar dari Indonesia lagi pada 29 Agustus 2018. Eddy tiba di Indonesia dan keluar negeri tanpa melewati perlintasan Imigrasi.

"November 2016 kami tahu ada pembicaraan Eddy Sindoro dengan terdakwa (Lucas). Dalam salah satu pembicaraan, Eddy Sindoro mengatakan ingin pulang dan menghadapi proses hukum. Terdakwa memberikan masukan (ke Eddy) untuk tidak pulang," ujar Novel di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak