alexametrics

Abaikan Polemik Pilpres, Anies Baswedan Diharapkan Fokus Bekerja

loading...
Abaikan Polemik Pilpres, Anies Baswedan Diharapkan Fokus Bekerja
Pemanggilan dan diperiksanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Bawaslu Bogor, terkait dugaan kampanye terselubung Prabowo-Sandi sangat disayangkan. Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Pemanggilan dan diperiksanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bogor, terkait dugaan kampanye terselubung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sangat disayangkan.

Warga Jakarta meminta agar Anies fokus kerja saja agar janjinya menciptakan kesejahteraan bagi warga terwujud, tidak usah ikut-ikutan mendukung salah satu pasangan capres-cawapres di Pilpres 2019.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Teddy Yulianto berpendapat, Anies memiliki kesamaan dengan Jokowi yaitu lebih suka bekerja nyata daripada berkoar-koar.



"Pak Anies itu pernah menjadi menterinya Pak Jokowi. Pastinya cara dia bekerja dan mengabdi kepada rakyat sedikit banyak belajar dari Pak Jokowi," kata Teddy, Kamis (10/1/2019).

Ditegaskannya, untuk terciptanya masyarakat makmur dan sejahtera merupakan tanggung jawab bersama dan perlu sinergisitas antara pemerintah pusat dan daerah. Dia sangat meyakini, Anies Baswedan sangat memahami itu.

Aktivis pendidikan ini pun mengingatkan Anies soal janji-janjinya kepada warga Jakarta. "Perhatian Pak Anies terhadap pendidikan, kesehatan dan peningkatan ekonomi masyarakat sudah bagus, tapi masih perlu ditingkatkan," ucap caleg DPRD DKI ini.

"Sebaiknya, yang suka bekerja, bekerja sama dengan yang suka bekerja juga dong. Jangan bekerja sama dengan orang yang bisanya cuma berkoar-koar saja," sindirnya.

Mengenai masih adanya beberapa hal atau janji yang belum direalisasikan oleh Jokowi, Teddy meyakini akan dituntaskan di periode keduanya kepemimpinannya. Menurutnya, permasalahan Indonesia sangat kompleks dan banyak, sehingga membutuhkan waktu yang cukup untuk memperbaiki dan menyelesaikannya.

"Kalau ganti presiden, kekhawatirannya apa akan melanjutlan program yang pro terhadap rakyat yang sudah berjalan saat ini? Kita harus bersikap rasional," pungkasnya.

Anies diperiksa Bawaslu Bogor pasca menghadiri acara Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul, Bogor, Jawa Barat, 17 Desember 2018 lalu. Anies hadir mengenakan baju dinas dan mengacungkan ibu jari serta telunjuk yang identik dengan simbol Prabowo-Sandi.

Anies dilaporkan oleh Garda Nasional untuk Rakyat (GNR). Iadituding menyalahgunakan jabatan sebagai kepala daerah untuk mengampanyekan salah satu pasangan capres-cawapres peserta Pemilu 2019.

Menurut Pasal 281 Ayat 1 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyebutkan, kepala daerah dilarang menggunakan fasilitas jabatannya untuk berkampanye. Sementara Ayat 2 pasal yang sama menyebutkan, kepala daerah yang hendak berkampanye harus mengambil cuti jika dilakukan pada hari kerja.

Pasal 547 UU Pemilu juga menyebutkan pejabat negara dilarang mengambil keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu selama masa kampanye. Meski dirinya dipanggil dan dimintai keterangan oleh Bawaslu Bogor, tapi Anies diperiksa di kantor Bawaslu RI (pusat), Senin (7/1/2019), dengan alasan untuk memudahkan dirinya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak