alexametrics

Tahun Ini UPI Bakal Terima 8.720 Mahasiswa, Ini Kuota Jalur Seleksinya

loading...
Tahun Ini UPI Bakal Terima 8.720 Mahasiswa, Ini Kuota Jalur Seleksinya
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UPI, M Solehudin mengatakan dari 8.720 kursi yang bakal diterima, 30% mahasiwa baru bakal diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Foto/SINDOnews/Arif Budianto
A+ A-
BANDUNG - Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung tahun ini bakal menerima sekitar 8.720 mahasiwa baru dari berbagai jalur seleksi. Dari jumlah tersebut 20% kursi bakal dialokasikan bagi warga kurang mampu, mahasiswa pelosok daerah, dan bidik misi.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UPI, M Solehudin mengatakan dari 8.720 kursi yang bakal diterima, 30% mahasiwa baru bakal diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Sisanya, 45% melalui jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan 25% melalui seleksi mandiri (SM).

“Sebenarnya pemerintah hanya membuat kuota minimum 20% untuk jalur SNMPTN. Tetapi kami tambah, sehingga menjadi 30%. Kenapa, selama ini kami juga sudah melihat kualitas mahasiswanya, kami lihat yang diterima cukup valid. Selain itu, jadi tidak terlalu banyak di jalur mandiri,” ujar Solehudin di Kampus UPI, Jalan Setiabudi, Kota Bandung, Kamis (10/1/2019).



Namun demikian, dari jumlah tersebut bisa saja bertambah. Lantaran saat ini UPI sedang mengajukan penambahan 10 program studi baru. Bila sebelum seleksi sudah muncul izinnya, jumlah yang diterima bisa jadi bertambah 800 mahasiswa baru.

Direktur Akademik UPI, Dadang Anshori mengatakan pihaknya berkomitmen mengalokasikan 20% kursi untuk siswa tidak mampu dan dari daerah terpencil. Termasuk untuk siswa berprestasi (bidik misi).

“Pada praktiknya, mahasiwa tak mampu dan bidik misi tidak saklek 20%, tahun lalu bisa 24%. Karena banyak pertimbangan yang harus diambil. Kami harus survei dan lainnya. Nah untuk prestasi istimewa kami memang tidak ada kuota khusus. Kami lihat berapa yang daftar saja,” kata Anshori.

Terkait seleksi, mahasiwa yang akan mengikuti seleksi jalur mandiri (SM), penilaian akan menggunakan hasil tes SBMPTN. Sehingga mereka yang ikut seleksi SM harus mengikuti seleksi SBMPTN.

Untuk diketahui, proses seleksi masuk perguruan tinggi tak lagi dilakukan panitia lokal. Tes akan dilakukan secara online melalui Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Dari situ, mahasiswa bisa melihat skoring untuk menentukan perguruan tinggi mana yang akan dipilih.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak