alexametrics

Fenomena Dildo di Pemilu 2019 Diminta Tak Diremehkan

loading...
Fenomena Dildo di Pemilu 2019 Diminta Tak Diremehkan
Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto. Foto/Isra Triansyah/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Fenomena pasangan calon presiden dan calon wakil presiden fiktif, Nurhadi-Aldo (Dildo) di media sosial diminya tidak dianggap remeh. Sebab, fenomena munculnya Dildo itu bisa menjadi sinyal kejenuhan sebagian masyarakat terhadap Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres).

Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto mengatakan, atmosfer perdebatan Pemilu jangan terlalu sering dijejali dengan diksi-diksi yang membuat masyarakat semakin jenuh.

"Contoh kenapa muncul fenomena perlawanan sarkastik, Nurhadi Aldo, jangan dikira itu main-main aja, itu bisa menjadi sinyal kejenuhan," ujar Gun Gun Heryanto dalam diskusi bertajuk 'Berbeda Pilihan itu Biasa' di Gedung SINDO, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Kamis (10/1/2018).



Dalam kesempatan itu, dia menilai polarisasi masyarakat dalam menyikapi Pilpres adalah sebuah keniscayaan. "Polarisasi itu keniscayaan dalam kontestasi," katanya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak