alexametrics

Novel: Teror Pimpinan KPK Bisa Jadi Momentum Ungkap Semua Aksi Teror

loading...
Novel: Teror Pimpinan KPK Bisa Jadi Momentum Ungkap Semua Aksi Teror
Penyidik Senior KPK Novel Baswedan menyebut aksi teror terhadap pimpinan KPK tersebut bisa menjadi momentum untuk mengungkap semua aksi teror. Foto/SINDOnews/Raka Dwi
A+ A-
JAKARTA - Dikabarkan rumah Ketua Komisi pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo yang terletak di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Kota Bekasi pada Rabu (9/1) pukul 05.30 WIB ditemukan benda mencurigakan yang diduga menyerupai bom molotov. Benda itu disangkutkan di pagar rumah Agus.

Lalu pada hari yang sama pukul 05.30 WIB, rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan dilempar bom molotov oleh orang tak dikenal.

Menanggapi itu, Penyidik Senior KPK Novel Baswedan menyebut aksi teror terhadap pimpinan KPK tersebut bisa menjadi momentum untuk mengungkap semua aksi teror dan serangan baik kepada pegawai hingga pimpinan KPK.



"Saya pada dasarnya mengharapkan ini bisa menjadi momentum agar semua serangan-serangan kepada orang KPK itu diungkap," ujar Novel kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Novel pun mengaku khawatir bila kasus teror terhadap pimpinan KPK kemarin dibiarkan begitu saja tanpa ditangani secara serius. Sebab katanya, apabila teror tersebut dibiarkan semakin lama akan semakin jadi.

"Dengan adanya (potensi) semakin lama semakin meningkat tentu mestinya bisa menjadi perhatian. Saya berharap semoga Pak Presiden mau mendesak Polri untuk mengungkap ini semua. Tidak sampai kemudian seperti yang lain-lain jadi tidak terungkap sama sekali. Kita berharap ini terbuka (terungkap kasusnya)," jelasnya.

Terkait tim internal dari KPK untuk mengusut kasus teror ini, Novel mengatakan bisa saja dibentuk, tapi menurutnya lebih baik jika ahli khusus teror dalam hal ini polisi yang menangani kasus teror tersebut.

"Saya kira bisa saja KPK melakukan itu (membentuk tim) cuma yang paling tepat apabila dilakukan yang membidangi. Contohnya, apabila Presiden mau membentuk TPF (Tim Pencari Fakta) nah itu bisa juga diungkap dengan melibatkan semua kalangan yang bisa membantu untuk mengungkap itu," tuturnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak