alexametrics

Perindo Berpotensi Lolos Parliamentary Threshold 4%

loading...
Perindo Berpotensi Lolos Parliamentary Threshold 4%
Perindo Berpotensi Lolos Parliamentary Threshold 4%. (Dok. SINDOnews).
A+ A-
JAKARTA - Partai Perindo berpotensi lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) 4% dibandingkan parpol baru lain seperti Partai Sejahtera Indonesia (PSI), Partai Berkarya, dan Partai Garuda.

Gambaran itu terekam dari hasil survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA dalam lima bulan terakhir mulai Agustus hingga Desember 2018. “Jika menghitung peluang, Partai Perindo punya potensi lebih besar lolos PT dibandingkan tiga partai lain," ujar Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa saat merilis hasil survei bertajuk "Yang Juara dan yang Terhempas: Pertarungan Partai Politik 2019" di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, kemarin.

Menurut Ardian, dari empat partai baru tersebut, elektabilitas Partai Perindo masih bergerak naik-turun antara 1-3%. Sementara elektabilitas tiga partai lainnya yaitu PSI, Partai Berkarya, dan Partai Garuda selalu di bawah 1% atau masuk dalam kategori parnoko, partai nol koma.



Secara statistik, elektabilitas Perindo pada lima bulan terakhir berada pada angka 1-3%. Agustus 2018 tercatat 1,7%, September 1,4%, Oktober 3,0%, November 2,2%, dan Desember 1,9%. Jika ditambah dengan margin of error survei 2,9%, Partai Perindo bisa mencapai batas minimal 4%. "Selain itu, ada sejumlah sumber daya partai yang bisa dioptimalkan untuk mendongkrak suara partai,” terang Ardian.

LSI Denny mencatat ada tiga faktor yang menguatkan sekaligus mendongkrak elektabilitas Perindo. Pertama, figur Ketua Umum (Ketum) Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) yang masuk dalam daftar lima ketum parpol bersama Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan Ketum Partai NasDem Surya Paloh. "Ketum partai lainnya hanya dikenal di bawah 50%," paparnya.

Faktor kedua, kekuatan jaringan media MNC Group yang dimiliki HT, informasi, dan kampanye parpol bisa menjangkau pemilih dengan cepat dan luas. Ketiga, kekuatan logistik yang memadai. “Sudah menjadi rahasia umum bahwa ketum Partai Perindo adalah salah satu konglomerat besar di Indonesia. Dengan sumber daya ekonomi yang kuat, tentunya Partai Perindo lebih berpotensi melakukan kampanye masif," urainya.

Ardian mengatakan, semaraknya pilpres membuat kompetisi pemilu partai (pemilu legislatif) seakan tertutupi. Padahal, waktu tersisa masa kampanye tinggal tiga bulan lagi. "Partai harusnya lebih gencar mempromosikan caleg dan partainya untuk merebut juara ataupun lolos dari batas bawah minimal parlemen 4%," paparnya.

Hasil survei tersebut juga menunjukkan, dalam lima kali berturut-turut sejak Agustus hingga Desember 2018, PDIP selalu kokoh di posisi pertama. Angka elektabilitasnya selalu di atas 20% dan jauh meninggalkan elektabilitas partai lain. "Elektabilitas PDIP terlihat masih fluktuatif dari bulan ke bulan. Namun, elektabilitas partai berlambang banteng moncong putih ini tetap kokoh di atas 20%," ungkapnya.

Sementara perebutan posisi runner-up cenderung terjadi pada dua partai, yaitu Partai Gerindra dan Partai Golkar. Sejak survei Agustus hingga Desember 2018, Partai Gerindra konsisten berada di urutan kedua tak berjarak jauh dengan Golkar. Selisih elektabilitas dua partai hanya di bawah 5%. Selisih terkecil dua partai terlihat di survei September 2018. Ketika itu elektabilitas Partai Gerindra sebesar 11,5 % dan Partai Golkar sebesar 10,6%. "Artinya selisih dua partai tidak sampai 1%," katanya.

Perebutan posisi keempat dalam Pemilu 2019 terjadi antara PKB dan Partai Demokrat. Meski berbeda peringkat, jarak elektabilitas dua partai tak jauh hanya selisih di bawah 5%. "Selisih terdekat kedua partai terlihat di survei Agustus 2018. Saat itu elektabilitas PKB sebesar 6,7% dan elektabilitas Partai Demokrat sebesar 5,2 %. Artinya selisih kedua partai hanya sebesar 1,5%," urainya.

Sementara posisi parpol menengah seperti NasDem, PKS, PAN, dan PPP dinilai masih belum aman. Dari survei terakhir LSI Denny JA, elektabilitas empat partai ini masih sulit menembus angka 4%. "Namun, empat partai ini adalah partai lama yang punya kekuatan, pengalaman, dan sumber daya masing-masing untuk bisa lolos PT," katanya.

Sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq mengatakan, hasil survei ini menjadi catatan tebal buat Perindo untuk semakin mengintensifkan kinerja mesin partai. "Seluruh perangkat partai untuk bergerak dalam rangka melakukan sosialisasi dan penggalangan dukungan di setiap dapil, di setiap kabupaten, di setiap provinsi dengan tiada henti," kata Rofiq.

Untuk mencapai target tersebut, menurut Rofiq, partainya akan terus berupaya mewujudkan gagasan tercapainya Indonesia yang sejahtera. "Itu menjadi bagian dari inti cita-cita politik Perindo yang harus diwujudkan dalam waktu yang sangat cepat," paparnya.

Pengamat politik dari Universitas Al-Azhar, Jakarta, Ujang Komarudin menilai Partai Perindo sangat berpeluang lolos batas ambang parlemen. “Di politik tak ada yang mustahil. Peluang Perindo terbuka lolos PT,” kata Ujang.

Menurut dia, peluang Perindo menaikkan elektabilitasnya sangat terbuka karena partai besutan HT itu memiliki potensi besar baik dari segi logistik, massa, hingga promosi di media. Salah satu caranya adalah para kader dan caleg Perindo harus lebih aktif lagi menyosialisasikan visi, misi, dan programnya ke masyarakat, serta turun langsung mendengar aspirasi masyarakat. (Abdul Rochim/Okezone)
(nfl)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak