alexametrics

Debat Dinilai Punya Efek Signifikan pada Elektabilitas Kedua Paslon

loading...
Debat Dinilai Punya Efek Signifikan pada Elektabilitas Kedua Paslon
Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi menyebut debat Pilpres 2019 yang akan diikuti oleh capres dan cawapres baik nomor urut 01 dan 02 mempunyai pengaruh elektabilitas bagi kedua paslon. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi menyebut debat pemilihan presiden (Pilpres) 2019 yang akan diikuti oleh calon presiden dan calon wakil presiden baik nomor urut 01 dan 02 mempunyai pengaruh elektabilitas bagi kedua pasangan calon (paslon).

"Dugaan saya debat punya efek signifikan untuk menjelaskan elektabilitas kedua paslon. Jadi kedua pasangan mau tidak mau harus mempersiapkan semaksimal mungkin agar tampil lebih meyakinkan dalam debat, baik dalam sisi penampilan dari sisi penguasaan substansi dari sisi artikulasi dan sebagainya," ujar Burhanuddin di Kantor Indikator, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

Burhanuddin juga turut mengomentari mengenai Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang memberikan kisi-kisi pertanyaan untuk kedua pasangan calon. Menurutnya hal tersebut telah menghilangkan kejutan bagi publik, akan tetapi tidak hanya dinilai dari jawabannya saja dalam debat faktor lainnya juga diperlukan untuk menghasilkan efek pada publik



"Jadi efek debat itu tergantung banyak hal ya, seperti efek penampilan, artikulasi, gaya komunikasi juga membantu seseorang untuk mereka utk bisa optimalmdan optimis dlm debat," jelasnya.

Efek debat sendiri untuk para pemilih, kata Burhanuddin akan sangat berpengaruh terhadap beberapa segmen pemilih. Dirinya menjelaskan ada tiga segmen pemilih, pertama pemilih fanatik, kedua pemilih yang sudah punya pilihan tapi tidak berpegang teguh pada pilihannya, dan ketiga pemilih yang belum punya pilihan.

"Jadi efek debat ada di pemilih kedua dan ketiga, pemilih pertama efeknya minimalis," tuturnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak