alexametrics

Mulai Tahun Ini, UI Kembali Buka Seleksi Mandiri S1 Reguler

loading...
Mulai Tahun Ini, UI Kembali Buka Seleksi Mandiri S1 Reguler
Seleksi ujian masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI) untuk S1 reguler tahun ini kembali diadakan, setelah tahun sebelumnya sempat ditiadakan. Foto/SINDOnews/R Ratna Purnama
A+ A-
DEPOK - Seleksi ujian masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI) untuk S1 reguler tahun ini kembali diadakan. Seleksi mandiri untuk S1 reguler tahun lalu sempat ditiadakan. Dari tiga jalur masuk PTN, seleksi mandiri dalam hal ini SIMAK UI memiliki bobot 30 persen kuota penerimaan. Sedangkan jalur SNMPTN tahun 2019 memiliki bobot 20 persen. Dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebesar 40 persen.

Wakil Rektor UI bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Bambang Wibawarta menambahkan, UI membuka beberapa jalur masuk bagi para calon mahasiswa baru. "Ada tiga jalur masuk salah satunya jalur olimpiade dan sebagainya, jadwal seleksinya nanti sudah ada agenda, yakni 14 Februari. Pengumannya 23 Maret," katanya, Selasa (8/1/2019).

Menurutnya, sesuai aturan baru para peserta ujian tahun ini tidak perlu lagi membawa perlengkapan tulis karena semuany telah berbasis komputer. "Di Jakarta sendiri akan ada yang disebut dengan panitia pusat UTBK UI. Ada juga panitia pusat di UNJ (Universitas Negeri Jakarta), panitian pusat di UPN Veteran. Ini yang harus menyediakan 7.500 unit komputer untuk ujian," tambahnya.



Namun, dalam seleksi kali ini ada sejumlah perubahan di jalur SBMPTN tahun 2019. Salah satunya adalah sistem Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Sedangkan tahun sebelumnya metodenya adalah Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) dan UTBK.

UI pun sudah melakukan persiapan dalam melaksanakan seleksi nasional penerimaan mahasiswa baru tahun ini. UI telah menyiapkan 3.000 unit komputer untuk pelaksanaam ujian. Sedangkan sisanya, akan disiapkan di sejumlah sekolah yang berada di kawasan Depok, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. "Untuk menyiapkan UTBK, UI sudah bermitra dengan sekolah-sekolah yang berada di sekitar. Total ada 4.050 komputer di sekolah-sekolah yang telah ditunjuk, disamping 3000 komputer yang telah disiapkan UI," kata Kepala kantor penerimaan mahasiswa baru UI, Untung Yuwono.

Dia menuturkan, gambaran dari tahun-tahun sebelumnya, dengan jumlah peserta yang mencapai sekira 75 ribu orang, ditambah sekitar 10 persen dan di kalikan dua kali ujian, maka UI memperkirakan, jumlah pendaftar ujian masuk perguruan tinggi negeri (PTN) mencapai 160 ribu orang. "Karena jumlahnya cukup banyak maka dibagi 10 sampai 12 kali ujian. Sesi pagi dan siang. Setiap sesi akan menampung sekira delapan ribu peserta," ungkapnya.

Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anis menambahkan, ujian yang biasanya hanya satu hari, kini akan memakan waktu selama 12 hari dan dibagi dalam dua sesi. UI sendiri, menurut Anis memiliki daya tampung seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri atau SNMPTN sekira 30 persen, sedangkan untuk ujian tertulis berbasis komputer atau UTBK sebanyak 40 persen, dan ujian Simak 30 persen.

"Karena jumlahnya cukup banyak dan di seluruh Indonesia maka mekanisme penyelenggaraan ujian tidak bisa sekaligus di waktu yang sama, sedangkan hal - hal lainnya vokasi dan sebagainya tidak ada perubahan yang mendasar," katanya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak