alexametrics

Usut Korupsi Kementerian PUPR, KPK Temukan Proyek Lain jadi Objek Suap

loading...
Usut Korupsi Kementerian PUPR, KPK Temukan Proyek Lain jadi Objek Suap
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dugaan beberapa proyek lain yang menjadi objek suap terkait proyek SPAM dan pipa HDPE Kementerian PUPR tahun anggaran 2017-2018. Foto SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan dugaan beberapa proyek lain yang menjadi objek suap terkait proyek SPAM dan pipa HDPE Kementerian PUPR tahun anggaran 2017-2018. Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, tim penyidik telah melakukan penggeledahan di dua lokasi pada Senin, 31 Desember 2018 pukul 14.00 WIB hingga Selasa (1/1/2019) dini hari. Pertama, di kantor Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (PSPAM) Strategis pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kantor Satker tersebut berlokasi di Jalan Pam Baru I, Bendungan Hilir, Tanahabang, Jakarta Pusat. Kedua, di kantor PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) yang terletak di kawasan Jakarta Industrial Estate Pulogadung.

Febri membeberkan, dari kantor PT WKE disita sejumlah dokumen-dokumen proyek SPAM yang dikerjakan PT WKE di beberapa daerah. Sedangkan dari kantor Satker PSPAM, tim KPK menyita berbagai barang bukti.



Di antaranya, dokumen-dokumen relevan terkait proyek-proyek penyediaan air minum baik yang dikerjakan PT WKE atau Tashida Sejahtera Perkasa (TSP), barang bukti elektronik berupa Closed Circuit Television (CCTV), dan uang tunai.

"Dari dokumen-dokumen proyek yang disita masih diidentifikasi lebih lanjut proyek yang menjadi objek suap selain proyek SPAM dan pipa HDPE yang disampaikan dalam konferensi pers sebelumnya. Untuk uang yang disita jumlahnya sekitar Rp800 juta," tegas Febri saat dihubungi, Selasa (1/1/2019).

Dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat, 28 Desember 2018, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka. Sebagai pemberi suap yakni Direktur Utama PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto, Direktur PT WKE Lily Sundarsih, Direktur PT Tashida Sejahtera Perkasa (TSP) Irene Irma, dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo. Penerima suap yakni Kepala Satuan Kerja (Satker) SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen PPK SPAM Lampung Anggiat Partunggul Nahot Simaremare, PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah, Kepala Satker SPAM Darurat Teuku Moch Nazar, dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin.

Saat OTT, KPK menyita uang tunai Rp3.369.531.000, SGD23.100 (setara 246.536.136), dan USD3.200 (setara 46.768.000, yang jika ditotal berjumlah Rp3.662.835.136. Sehari setelah OTT, KPK kembali menyita 1 unit mobil CRV keluaran 2018 berwarna hitam.

KPK menjerat para tersangka dalam pengurusan empat proyek pembangunan SPAM dan dua pengadaan pipa High Density Polyethylene (HDPE).

Masing-masing pembangunan SPAM Lampung, Umbulan 3 Pasuruan Jawa Timur, Katulampa, dan Toba 1 serta pengadan pipa HDPE di Bekasi dan pipa HDPE di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak