alexametrics

Inovasi Perguruan Tinggi Makin Berkembang

loading...
Inovasi Perguruan Tinggi Makin Berkembang
Inovasi Perguruan Tinggi Makin Berkembang. (Ilustrasi).
A+ A-
JAKARTA - Inovasi dari perguruan tinggi semakin berkembang. Ciptaan yang dibuat pun semakin bermanfaat bagi masyarakat.

Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti Jumain Appe mengatakan, tercatat dari tahun 2015-2018 inovasi industry di perguruan tinggi ada sembilan lini produk. Dia menjelaskan, pihaknya terus mendorong perguruan tinggi untuk menciptakan inovasi yang bisa dihilirisasi.

"Kita dorong kolaborasi antara kampus, peneliti dan pengusaha agar mampu membawa hasil penelitian kalangan peneliti di kampus diwujudkan menjadi produk industri atau hilirisasi hasil penelitian yang bisa diterima di pasaran nasional maupun global," katanya di Jakarta.



Jumain menyebutkan sembilan produk itu diantaranya benih padi dari IPB-3S, buah tropika dari IPB, katalis dari ITB, smartphone dari ITB, Technomed dari UGM, D’Ozone dari UNDIP, Stem Cell dari UNAIR, GESITS dari ITS, Bibit Sapi dari UNHAS.

Sedangkan untuk penguatan inovasi perguruan tinggi di industry ada 8 PTN berbadan hukum yaitu IPB, ITB, UNHAS, UI, UNAIR, UGM, ITS, UNDIP.

Dia menjelaskan, delapan PTN ini menyediakan kerjasama pendanaan untuk pematangan teknologi, fasilitasi proses industrialisasi, mediasi regulasi, serta membangun jejaring dengan stakeholder terkait untuk produk invensi dan inovasi terpilih.

Jumain menjelaskan, untuk sepeda motor Gesits karya Institut Teknologi Surabaya bekerjasama dengan PT Garansindo ini telah dilaunching Presiden Joko Widodo di Istana. Dia mengungkapkan, pada 2019 motor listrik ini siap untuk dipasarkan. "Tercatat telah ada 50.000 pesanan untuk sepeda motor yang produksinya juga bekerjasama dengan PT WIKA Industri dan Kontruksi ini," katanya.

Selain itu ada juga pengembangan teknologi pengelolaan garam industri dan garam farmasi. Untuk pembangunan pabrik garam industri telah dijalin kerjasama dengan BUMN PT Garam dan direncanakan tahun 2019 pabrik sudah beroperasi dengan kapasitas produksi 40.000 ton pertahun. Sementara untuk garam farmasi, BPPT bersama dengan Kemenristekdiki bekerjasama dengan PT Kimia Farma telah membangun pabrik untuk memenuhi kebutuhan garam farmasi Indonesia yang selama ini masih import.

Teknologi perahu plat datar juga telah dikembangkan mahasiswa Universitas Indonesia sebagai solusi pengembangan teknoloi perkapalan. Dia menuturkan, kapal ini dikembangkan sebagai kapal nelayan karena dinilai lebih hemat dan lebih produktif. "Generasi terbaru teknologi kapal pelat datar dilegkapi dengan radar pencari lokasi ikan yang memudahkan nelayan untuk meningkatkan produksinya," katanya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak