alexametrics

Merayakan Natal di Tengah Keprihatinan

loading...
Merayakan Natal di Tengah Keprihatinan
Perayaan Natal 2018 oleh umat Kristiani berlangsung dengan aman, damai, dan khidmat. Dokumen/SINDOnews
A+ A-
Perayaan Natal 2018 oleh umat Kristiani berlangsung dengan aman, damai, dan khidmat. Ribuan umat Kristen menghadiri misa perayaan Hari Natal yang digelar di gereja-gereja di berbagai kota di Tanah Air pada Senin (24/12) malam.

Perayaan Natal antara lain berlangsung di Gereja Katedral di Jakarta Pusat. Tema Natal adalah "Yesus Kristus Hikmat bagi Kita". Melalui momentum tersebut, Gereja Katedral mengajak umat Katolik untuk mendoakan para korban bencana alam di Indonesia.

Perayaan Natal tahun ini memang berlangsung dalam suasana keprihatinan. Dalam beberapa bulan terakhir terjadi rentetan bencana alam yang merenggut ratusan, bahkan ribuan nyawa manusia.



Belum lama setelah gempa dan tsunami meluluhlantakkan Lombok, NTB, disusul bencana serupa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, akhir pekan ini kita kembali dikejutkan oleh bencana tsunami yang menerjang pesisir Selat Sunda.

Daerah terdampak adalah Kabupaten Pandeglang dan Serang di Banten serta Lampung Selatan dan Tanggamus di Lampung. Hingga kemarin korban tewas pada musibah tsunami yang dipicu aktivitas Gunung Anak Krakatau ini dilaporkan sudah mencapai 429 jiwa dan ribuan orang menderita luka.

Puluhan ribu warga masih mengungsi karena tempat tinggal hancur atau sekadar mencari tempat aman demi menghindari tsunami susulan yang masih berpotensi datang. Proses pencarian terhadap korban terus dilakukan karena banyak warga yang dilaporkan masih hilang. Beberapa daerah terdampak diperkirakan belum terjangkau sehingga memerlukan bantuan dan penanganan segera.

Pastor Rekan Gereja Katedral Jakarta Romo Markus Yumartana di Jakarta, Senin (24/12) mengatakan, bencana yang terjadi di Indonesia menjadi momentum bagi bangsa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan mengutamakan sikap rendah hati terhadap sesama.

Dia meminta umat Kristiani kembali membangun persaudaraan dan menghormati sesama manusia. Tak lupa dia mengajak umat untuk berdoa demi kerukunan dan merajut kembali hubungan atau relasi sesama manusia.

Kejadian bencana alam beruntun seyogianya memang kian mempertebal rasa persaudaraan kita sebagai sesama anak bangsa. Sewajarnya kita terus memupuk rasa solidaritas tanpa perlu memandang latar belakang agama, suku, dan golongan.
halaman ke-1 dari 2
preload video
BERITA TERKAIT
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak