alexametrics

Kotak Suara 'Kardus' Munculkan Kecurigaan di Masyarakat

loading...
Kotak Suara Kardus Munculkan Kecurigaan di Masyarakat
KPU akhirnya menetapkan kotak suara transparan berbahan dasar karton yang akan digunakan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemilihan umum 2019 akan diselenggarakan beberapa bulan kedepan, namun dalam penggunaan kotak suara kali ini akan digunakan berbahan kardus atau karton. Kotak suara itu pun menuai kontroversi di media sosial.

Menanggapi itu, Ketua DPP Partai Gerindra Chusni Mubarok menilai wajar jika keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI soal kotak suara berbahan kardus menuai kritik dari masyarakat.

Menurutnya, hal ini semakin menambah keraguan masyarakat mengenai kredibilitas Pemilu serentak 2019 mendatang.



"Saat ini kan marak ancaman Pemilu 2019 berlangsung tidak fair. Mulai dari tercecernya e-KTP hingga daftar pemilih yang juga masih bermasalah. Ditambah lagi kondisi fisik kotak suara seperti ini. Inilah yang akan memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat," ujar Chusni dalam keterangannya kepada wartawan, Ahad (16/12/2018).

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo-Sandi itu menjelaskan, seharusnya KPU peka dengan perkara semacam ini. Karena indikasi kecurangan di pilpres mendatang sudah sangat terang.

"Jika tidak dapat dicegah sejak saat ini, khawatir masyarakat akan semakin kehilangan kepercayaannya kepada penyelenggara Pemilu," jelasnya.

"Bahkan siapapun bisa buka kardus itu tanpa berbekas atau tanpa buka gemboknya. Sepertinya banyak orang juga bisa lakukan itu. Artinya gembok di situ nggak ada artinya," tuturnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak