alexametrics

DPR Desak PBB Masukkan OPM dalam Daftar Organisasi Teroris

loading...
DPR Desak PBB Masukkan OPM dalam Daftar Organisasi Teroris
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam daftar organisasi teroris. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dalam daftar organisasi teroris.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPR Bambang Soesatyo, yang mengutuk keras kelompok bersenjata di Papua yang telah melakukan tindakan keji terhadap warga yang tidak berdosa.

"DPR juga berharap Pemerintah dapat mengambil tindakan tegas dan keras terhadap pelaku dan memulihkan kondisi keamanan di Papua," ucapnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/12/2018).



Menurutnya, penembakan kelompok kriminal bersenjata yang sudah bertindak di luar batas dan sesungguhnya sudah bisa dikatagorikan sebagai tindakan teroris.

"Kalau kita mau, kita bisa mendesak PBB untuk memasukan Organisasi Papua Merdeka sebagai organisasi teroris, sebagaimana definisi PBB itu sendiri," ungkapnya.

Dia juga mengajak seluruh elemen bangsa menjaga suasana teduh dan damai jelang pesta demokrasi Pemilu pada tanggal 17 April 2019. Kontestasi Pileg dan Pilpres merupakan agenda politik kebangsaan yang sangat penting.

"Tetapi, di atas semua itu persatuan harus dijaga, kebinnekaan harus dipelihara serta keselamatan dan keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila adalah di atas segala-galanya," ungkapnya.

Bamsoet juga menghimbau agar terus berbuat pernyataan yang menyejukkan serta memperkuat rasa kebersamaan kita sebagai bangsa.

"Mari kita hindari pernyataan-pernyataan yang bernuasa permusuhan, saling menyerang, apalagi yang mengarah kepada fitnah dan adu domba. Kita harus senantiasa ingat akan ajaran agama bahwa perbedaan itu adalah sebuah rahmat," tegasnya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak