alexametrics

Grind Banten Dukung Jokowi Fokus Perkuat SDM

loading...
Grind Banten Dukung Jokowi Fokus Perkuat SDM
Grind Banten saat menggelar sosialisasi pemenangan Pemilu di Setu, Tangsel. Okezone/Hambali
A+ A-
TANGERANG SELATAN - Massifnya pembangunan infrastruktur pada 4 tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) begitu dirasakan masyarakat. Sebut saja, salah satu pembangunan infrastruktur itu ada di wilayah Provinsin Banten.

Namun tentu tak cukup jika peningkatan hanya terjadi pada bentuk fisik sarana dan prasarana saja, diperlukan pula pemberdayaan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia. Hal demikian, disampaikan Presiden Jokowi saat menyampaikan pidatonya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) tim relawannya, Bravo-5, di Ancol, Jakarta Utara, Senin 10 Desember 2018 malam.

Upaya Presiden Jokowi yang akan memperkuat SDM pada periode kepemimpinan selanjutnya, mendapat dukungan positif dari Garda Rajawali Indonesia (Grind), sayap Partai Persatuan Indonesia (Perindo).



Menurut Sekretaris DPW Grind Banten, Musya Al Asyari, Jokowi menginginkan pembangunan sebuah bangsa yang kokoh. Sehingga, jika periode pertama secara massif dilakukan pembangunan infratsruktur, maka pembangunan periode kedua nanti harus berfokus pada kualitas SDM.

"Setelah pemerintahan Pak Jokowi besar-besaran membangun infrastruktur di tanah air. Tahapan besar kedua nanti adalah pembangunan SDM, juga secara besar besaran. Pembangunan SDM merupakan pondasi yang mesti diseriuskan, setelah infrastruktur," katanya di sela-sela sosialisasi pemenangan Partai Perindo di daerah Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa 11 Desember 2018.

Musa mengatakan, Pematangan infrastruktur sudah di konsultasikan Presiden Jokowi bersama para pakar terkait. Sehingga jika terpilih kembali pada periode kedua nanti, Jokowi tinggal menjalankan program-programnya dalam membangun kualitas SDM Indonesia.

"Pak Jokowi melihat yang namanya infrastruktur itu sebagai prasyarat, sedangkan pembangunan SDM adalah pondasinya yang harus dikerjakan, konsep ini masih dalam pematangan," imbuhnya.

Dalam pidato di depan relawannya, Jokowi berjanji bakal membenahi reformasi struktural yang dilihatnya masih melambat. Dia menyebut, banyak pekerjaan rumah yang mesti diperbaiki oleh negara selanjutnya. Meskipun kadang-kadang, terdapat ganjalan saat proses memerbaiki itu.

"Pak Jokowi tak mau membangun negara dan rakyat lewat cara instan, dengan sekadar memperbanyak bantuan sosial. Mungkin hal itu bisa membuat rakyat senang, tapi tentu itu bukan sebuah jalan untuk membangun sebuah bangunan yang kokoh bagi negara kita," papar Musa.

Untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, dikatakan Musa, pada periode awal kepemimpinan Jokowi infrastruktur tak hanya gencar dibangun di pulau Jawa, akam tetapi pemerintah juga fokus di wilayah lain, seperti Papua dan Indonesia bagian Timur. Hal tersebut guna mewujudkan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Kalau mau cari cepat dan enak bangun di Jawa, selesai. Pemilih ada di sini, hitung-hitungan ekonomi juga sama, return of investment itu lebih cepat kalau kita bangun infrastrukturnya di Jawa. Tetapi itu tidak dilakukan, karena pak Jokowi memang memginginkan pemerataan dan keadilan," tukasnya.
(wib)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak