alexametrics

Sandi Ajak Para Santri untuk Membangun Bangsa Lebih Maju

loading...
Sandi Ajak Para Santri untuk Membangun Bangsa Lebih Maju
Sandiaga Salahuddin Uno Cawapres Republik Indonesia nomor urut 02, ajak para santri putri dan putra, untuk membangun bangsa lebih maju dan sukses. Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
MADINA - Sandiaga Salahuddin Uno Cawapres Republik Indonesia nomor urut 02, ajak para santri putri dan putra membangun bangsa lebih maju dan sukses.

Hal itu di ungkapkan Sandiaga Uno didepan ribuan santri putra-putri, saat menghadiri acara Tablik Akbar di psantren Mustafawiyah Purba Baru, kecamatan Lembah sorik marapi, kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, senin (10/12/2018).

"Ayo adik-adik para santri putra dan putri, mari kita membangun negri ini lebih maju dan berkeadilan" kata Sandiaga



Menurut Sandiaga Uno, ada 4 cara untuk menuju kesuksesan dalam membangun negeri, bahkan Sandi, mengajak semua ummat islam untuk mengikuti perilaku atau jejek Rasulullah Sollollohu Alaihi Wasallam (SAW),

"Ada 4 cara, 1.Bekerja keras, 2.Bekerjs Cerdas, 3.Bekerja Tuntas dan ke 4.Bekerja Ikhlas, karena empat cara ini kita bisa sukses untuk membangun bangsa ini" tuturnya

Sandi mengakui, dirinya memang adalah calon Wakil Presiden RI nomor urut 02, tidak bisa berkampanye ke psantren, bahkan dirinya mengakui ia adalah undangan pimpinan umum pondok psantren Mustafawiyah H.Mustafah Bakri Nasution,

"Terimakasih kepada bapak Bakri Nasution, yang sengaja mengundang saya ke pondok psantren yang megah ini dan semoga dalam acara tablik akbar deperti ini tidak cukup sampai disini, dan ukhwah persaudaran kita semakin erat dan terjaga, amin" cetusnya

Pantauan SINDOnews, Ribuan Santri melantunkan solawat nabi besar Muhammad SAW saat menyambut kedatangan Sandiaga Salahuddin Uno ke pondok psantren mustafawiyah yang memiliki 12.500 orang santri itu.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak