alexametrics

Din Syamsuddin Beberkan Makna Pluralisme Keagamaan di Abu Dhabi

loading...
Din Syamsuddin Beberkan Makna Pluralisme Keagamaan di Abu Dhabi
Prof Din Syamsuddin menghadiri Konferensi Tahunan ke-5 Forum untuk Mempromosikan Perdamaian di Masyarakat Muslim, di Abu Dhabi, Jumat, 7 Desember 2018. Foto: Ist
A+ A-
JAKARTA - Ketua-Pendiri Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) Prof Din Syamsuddin menghadiri The 5th Annual Conference of the Forum for Promoting Peace in Muslim Societies (Konferensi Tahunan ke-5 Forum untuk Mempromosikan Perdamaian di Masyarakat Muslim) yang berlangsung di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Din Syamsuddin berkesempatan menjadi pembicara pada forum tersebut, Jumat, 7 Desember 2018 kemarin. Pada sesi bertajuk 'Religious Pluralisme, Example of National Integration Practices', Din Syamsuddin menyatakan bahwa pluralisme keagamaan tidak berarti sintesisme atau sinkretisme agama-agama yang membawa kepada keyakinan agama bersifat relatif.

Pluralisme atau tepatnya pluralitas keagamaan mengandung arti pengakuan akan keragaman agama, dan kemungkinan adanya nilai etika berbagi (shared ethical values) tentang sesuatu masalah kemanusiaan.

"Dengan demikian, pluralitas keagamaan mengedepankan koeksistensi damai, toleransi, dan bahkan koperasi (kerja sama)," tegas Ketua Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju (DN-PIM) itu.

Konferensi ini adalah forum yang bertujuan mempromosikan toleransi, perdamaian, dan moderasi secara global. Sekitar 800 perwakilan dari berbagai agama, organisasi hak asasi manusia internasional, dan berbagai sarjana, pemikir, dan peneliti di seluruh dunia, turut ambil bagian dalam forum tersebut.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak