alexametrics

Nasdem Tak Setuju Isu Korupsi Orba Masuk Materi Debat Capres

loading...
Nasdem Tak Setuju Isu Korupsi Orba Masuk Materi Debat Capres
Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Irma Suryani Chaniago. Foto/fraksinasdem.org
A+ A-
JAKARTA - Ketua DPP Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago tidak setuju terhadap usulan isu korupsi Orde Baru (Orba) menjadi salah satu materi dalam debat calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres).

"Yang gitu-gitu enggak perlu lah menurut saya," kata Irma saat dihubungi wartawan, Jumat (7/12/2018).

Irma lebih setuju jika masing-masing capres-cawapres memaparkan tentang program pemberantasan korupsi. "Yang harus dikedepankan program untuk rakyat," kata salah satu Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni mengusulkan agar isu mengenai korupsi zaman Orba masuk menjadi materi debat capres-cawapres.

Menurut Raja Juli, debat soal isu korupsi Orba akan mendidik masyarakat sekaligus membuktikan pernyataan calon presiden Prabowo Subianto yang menyebut korupsi di Indonesia sudah "stadium empat". (Baca juga: Gerindra Kritik Usulan Isu Korupsi Orba Masuk Debat Capres)

Irma lebih berharap agar masyarakat mendapatkan pemahaman mengapa banyak politikus dan kelapa daerah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada era Pemerintah Jokowi.

Menurut dia, Pemerintah Jokowi sangat mem-backup peran KPK sehingga upaya membersihkan negara dari korupsi berjalan.

"Nah zaman-zaman sebelum Pak Jokowi banyak yang enggak ketangkep karena banyak juga yang terlindungi, banyak juga yang enggak ketahuan. Apalagi di zaman Orde Baru. Di zaman Orde Baru jelas-jelas korupsi, kolusi dan nepotisme menjadi bagian dari kroni-kroni penguasa," tuturnya.

Menurut Irma, kondisi itu perlu dipaparkan kepada masyarakat. Tujuannya untuk mengetahui penanganan korupsi setiap era pemerintah.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak