alexametrics

Respons TKN Jokowi-Ma'ruf Terkait Penetapan Tersangka Habib Bahar

loading...
Respons TKN Jokowi-Maruf Terkait Penetapan Tersangka Habib Bahar
Juru Bicara TKN Pasangan Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago ikut berkomentar terkait penetapan tersangka Habib Bahar bin Smith oleh Bareskrim Mabes Polri. Foto/dpr.go.id
A+ A-
JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago ikut berkomentar terkait penetapan tersangka Habib Bahar bin Smith oleh Bareskrim Mabes Polri. Pria yang akrab disapa Habib Bahar itu jadi tersangka dugaan tentang diskriminasi ras dan etnis.

Menurut Irma, penetapan tersangka Habib Bahar momentum untuk mengingatkan kepada tokoh agama agar dalam berceramah mengedepankan sopan santun dan tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan sebagaimana dakwah yang dilakukan Rasullullah Muhammad SAW.

"Nah yang harusnya para ulama itu sunah rasul gitu, mengikuti rasul, jangan kemudian dengan ikut politik praktis, malah jadi alat politik," ujar Irma saat dihubungi SINDOnews, Jumat (7/12/2018).

Irma menganggap, dakwah Rasulullah perlu dicontoh sehingga para penceramah bisa memberikan panutan kepada umat yang dipimpinnya. Kembali kepada proses hukum yang menimpa Habib Bahar, Politikus Nasdem itu menganggap hal tersebut murni penegakan hukum.

Bagi Irma dalam penegakan hukum siapa pun sama di mata hukum dari presiden, tokoh agama sampai rakyat jelata. Sehingga ia berharap penetapan tersangka terhadap Habib Bahar tidak dikaitkan dengan istilah kriminalisasi terhadap ulama atau tokoh tertentu.

Irma menganggap istilah kriminalisasi akan membuat proses hukum di Indonesia terpengaruh. Menurutnya istilah kriminalisasi strategi untuk mengintervensi hukum yang tengah berlangsung.

"Iya (penetapan tersangka Habib Bahar murni penegakan hukum) dong. Masak sedikit-sedikit, kalau kemudian ada orang dengan seenaknya mencaci orang lain siapa pun dia kan ada klausul hukumnya, pencemaran nama baik. Kan (hukum) bukan untuk tokoh agama, tapi ke semua seluruh rakyat Indonesia itu," katanya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak