alexametrics

DPR Khawatir Masih Ada Penjual Blangko E-KTP Belum Terungkap

loading...
DPR Khawatir Masih Ada Penjual Blangko E-KTP Belum Terungkap
DPR khawatir masih ada yang menjual blangko e-KTP, sehingga persoalan itu dianggap tidak cukup mengungkap Nur Ishadi sebagai penjual blangko e-KTP. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Anggota Komisi II DPR, Tamanuri, khawatir masih ada yang menjual blangko kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Sehingga, persoalan itu dianggap tidak cukup dengan mengungkap Nur Ishadi Nata sebagai penjual blanko e-KTP di Tokopedia.

"Tapi tidak menutup kemungkinan, kan bisa saja terjadi (dijual di tempat lain, red)," ujar Tamanuri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Politikus Partai Nasdem ini menyayangkan adanya praktik jual beli blangko e-KTP di Tokopedia dan Pasar Pramuka Jakarta itu.

"Kita wanti-wanti di satu tempat kekurangan blangko KTP, di pihak lain sekarang ini justru diperjualbelikan," kata Legislator asal daerah pemilihan Lampung II ini.

Menurut dia, berapa banyak blangko e-KTP yang diperjualbelikan perlu diungkap. Kemudian, dari mana asal blangko e-KTP itu diperjualbelikan. "Kalau tadi Pak Mendagri mengatakan kalau lebih kurang 10, apa benar 10? Karena tempat penjualannya kan di Pramuka situ," ucapnya.

"Kalau dia di tempat yang pasti seperti di Mall atau pertokoan, bisa kita deteksi. Kalau ini kan enggak, di pasar Pramuka. Kita tahu semua pasar Pramuka kondisinya," tambahnya.

Adapun praktik jual beli blangko e-KTP terungkap dari pemberitaan salah satu media massa nasional. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pun langsung mengecek.

Kemudian, penjual blangko e-KTP di Tokopedia, Nur Ishadi Nata telah dihubungi Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh.

Kepada Zudan, pelaku mengaku sudah menjual 10 keping blangko yang diambil dari ruangan ayahnya. Sedangkan ayah pelaku merupakan mantan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak