alexametrics

KPU Imbau Masyarakat Tidak Jual Beli Blangko E-KTP

loading...
KPU Imbau Masyarakat Tidak Jual Beli Blangko E-KTP
Ketua KPU Arief Budiman. Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengimbau masyarakat tidak menjual blanko kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Sebab, jual beli blangko e-KTP dianggap ilegal oleh KPU.

Ketua KPU Arief Budiman mengatakan, semua pihak termasuk masyarakat harus ikut menyukseskan Pemilu 2019. "Semua harus mendukung, termasuk masyarakat, jangan nyuri-nyuri begitu," kata Arief Budiman di Gedung DPR Senayan Jakarta, Kamis (6/12/2018).



"Jangan ngurus yang ilegal-ilegal begitu, jadi semua harus mendukung, ada KPU, ada Kemendagri, ada Bawaslu, termasuk ada pemilih, jangan gunakan lagi enggak benar-benar itu," tambahnya.

Kendati demikian, KPU menyerahkan sepenuhnya persoalan praktik jual beli blanko e-KTP itu kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). "Iya pokoknya kami mendata yang ada KTP elektronik. Kalau soal hilangnya, dicurinya, nah itu biar Kemendagri," ucap Arief.

Sebab kata dia, Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) diberi akses untuk mendata kependudukan. "Jadi, setiap data yang masuk ke kita itu kita kroscek ke sana," ujarnya.

Adapun praktik jual beli blangko e-KTP terungkap dari pemberitaan salah satu media massa nasional. Kemendagri pun langsung mengecek.

Kemudian, penjual blangko e-KTP di Tokopedia, Nur Ishadi Nata telah dihubungi Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh.

Kepada Zudan, pelaku mengaku sudah menjual 10 keping blangko yang diambil dari ruangan ayahnya. Sedangkan ayah pelaku merupakan mantan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak