alexametrics

Jokowi: Guru Tidak Bisa Digantikan Mesin Secanggih Apapun

loading...
Jokowi: Guru Tidak Bisa Digantikan Mesin Secanggih Apapun
Presiden Jokowi menghadiri perayaaan ulang tahun PGRI ke-73 sekaligus Hari Guru Nasional, di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Foto: Ist
A+ A-
BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa profesi guru tetaplah suatu profesi yang mulia. Profesi ini tidak bisa digantikan oleh mesin yang paling canggih sekalipun.

"Guru haruslah tetap guru. Guru tidak bisa digantikan oleh mesin secanggih apapun, secanggih apapun tidak bisa. Guru adalah profesi mulia yang membentuk karakter-karakter anak bangsa dengan budi pekerti, toleransi dan nilai-nilai kebaikan," kata Presiden Jokowi di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, 1 Desember 2018.

Presiden menyampaikan hal tersebut di hadapan sekitar 44.720 orang guru anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang merayakan ulang tahun PGRI ke-73 sekaligus Hari Guru Nasional.



Menurut Jokowi, gurulah yang menumbuhkan empati sosial, membangun imajinasi dan kreativitas, serta mengokohkan semangat persatuan dan kesatuan bangsa.

Presiden mengakui bahwa dunia saat ini sedang berubah sangat cepat. Digitalisasi pendidikan telah membawa perubahan besar di dunia pendidikan.

"Kini ruang kelas bukan satu-satunya tempat belajar. Dunia virtual adalah kampus kita. Sekarang bicara apa adanya, Google juga sudah menjadi perpustakaan kita. Wikipedia juga menjadi ensiklopedi kita. Kindle, buku elektronik, juga menjadi buku pelajaran kita," ungkap Jokowi.

Menghadapi perubahan ini, Jokowi meminta agar para guru harus waspada terhadap maraknya media digital yang muncul. Peran guru harus lebih dari mengajar, tapi juga mengelola belajar siswa. Guru dituntut lebih fleksibel, kreatif, menarik dan lebih menyenangkan bagi siswa.

"Kita sering terkaget-kaget anak-anak muda kita mampu belajar secara mandiri. Mereka bisa tahu jauh lebih banyak melalui bantuan teknologi," katanya.

Jokowi mengingatkan, kualitas sumber daya manusia Indonesia harus ditingkatkan untuk dapat bersaing dengan negara lain. Saat pembangunan SDM ini menjadi fokus utama pemerintah, maka di sinilah peran guru akan menjadi krusial.

Guru sebagai ujung tombak pembangunan SDM juga harus meningkatkan profesionalisme sekaligus menjadi agen-agen transformasi penguatan SDM. "Sebagaimana topik acara hari ini, guru dituntut untuk meningkatkan profesionalisme untuk menuju pendidikan abad 21," tuturnya.

Sebelumnya, Kemendikbud telah merealisasikan sistem zonalisasi bagi guru agar merata diseluruh penjuru Indonesia. Dimana ini juga merupakan puncak dari kebijakan pemerataan dalam pembenahan sistem pendidikan di Tanah Air.

Setelah diawali beberapa langkah-langkah penyesuaian, nantinya kebijakan zonalisasi akan dilanjutkan dengan beberapa langkah strategis yang tentunya memerlukan kerja sama semua pihak, agar dapat terealisasi dengan baik.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak