alexametrics

Wujudkan Tujuan Wisata Dunia, Pangandaran Butuh Dukungan Semua Pihak

loading...
Wujudkan Tujuan Wisata Dunia, Pangandaran Butuh Dukungan Semua Pihak
Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dalam acara Indonesia Visionary Leader season 4 di Gedung SINDO, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018). Foto/SINDOnews/Saiful Munir
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, Jawa Barat tengah berbenah. Pembenahan dilakukan di berbagai lini pemerintahan sebagai upaya mewujudkan visi Pangandaran sebagai tujuan wisata dunia.

Hal itu seperti disampaikan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dalam acara Indonesia Visionary Leader season 4 di Gedung SINDO, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (23/11/2018).

Jeje memaparkan Kabupaten Pangandaran memiliki potensi wisata yang sangat baik. Menurutnya, Pangandaran memiliki potensi alam yang hampir sama dengan Bali di antaranya panjang garis pantai yang mencapai 94 KM.



"Kita juga punya destinasi lainnya seperti wisata air Situmang, Green Canyon, Santira, dan Jojoba," kata Jeje.

Tak hanya wisata alam, Jeje mengatakan Pangandaran juga memiliki potensi wisata berbasis kesenian. Bila di Bali terkenal dengan tari Kecaknya, Pangandaran punya Ronggeng Gunung.

Usut punya usut, Ronggeng Gunung merupakan kesenian aseli Pangandaran. Pada masanya, Ronggeng Gunung adalah tari yang dianggap negatif. Namun kini tari itu didesain sedemikian rupa dengan tidak menghilangkan pakemnya.

"Kalau datang ke Pangandaran lihat tariannya sebentar, langsung bisa ikut menari bersama-sama. Gerakannya sangat familiar dan menjadi tari pergaulan, namanya Ronggeng Gunung," papar Jeje.

Di balik potensi besar wisata itu, Jeje mengakui pengembangan wilayah Pangandaran masih membutuhkan support dari berbagai pihak. Dia berharap dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, Pangandaran bisa disulap sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak