alexametrics

Mengenang Sisi Humanis Gus Dur lewat Lukisan Nabila Dewi

loading...
Mengenang Sisi Humanis Gus Dur lewat Lukisan Nabila Dewi
Ketua Umum ISNU Ali Masykur Musa dan Shinta Nuriyah Wahid sedang melihat lukisan karya Nabila Dewi Gayatri di Lobi Lagoon Tower Hotel Sultan, Jakarta. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) menggelar pameran seni rupa dan lukisan karya Nabila Dewi Gayatri dengan judul Sang Maha Guru dengan substasi pelajaran dari Gus Dur tentang kemanusiaan dan toleransi.

Pameran untuk mengenang Gus Dur itu berlangsung di Lobi Lagoon Tower Hotel Sultan,  22-30 November 2018 dan dibuka oleh istri mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Ketua Umum ISNU, Ali Masykur Musa mengatakan, dengan meningkatnya kehidupan yang pragmatis dan hedonistik sekarang ini telah menjadikan hubungan sesama manusia adalah kering. Alhasil makna hidup seperti itu hanya dinilai secara materi dan angka.

Menurut pria yang biasa disapa Cak Ali ini hidup seperti itu jauh dari nilai keindahan dan kemanusiaan. Dia mengajak seluruh tokoh dan masyarakat, khususnya generasi milinial untuk menteladani Gus Dur tentang keharusan terus berjuang untuk kemanusiaan agar hidup itu penuh nilai dan keindahan.  

"Sisi humanis Gus Dur melahirkan sikap toleransi dan menjunjung tinggi pluralitas. Karena itu, Gus Dur dalam berhubungan sesama manusia tidak pernah membedakan agama, suku dan budaya," katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/11/2018).

Oleh karena itu, kata dia,  pameran lukisan ini sangat penting. Apalagi mengangkat tema Perlunya Merawat Toleransi dan Kebhinekaan dalam Kehidupan di Indonesia.

Pameran lukisan ini dihadiri oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH  Prof. Dr Said Aqil Siradj, pimpinan organisasi cendekiawan lintas agama, dan para pecinta seni.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak