alexametrics

Elite PDIP Berwisata Spiritual di Api Abadi 'Kayangan' Bojonegoro

loading...
Elite PDIP Berwisata Spiritual di Api Abadi Kayangan Bojonegoro
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sedang mencoba Api Kayangan, di komplek lokasi Api Kayangan, Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (17/11/2018) malam. Foto: SINDOnews/Rakhmatulloh
A+ A-
BOJONEGORO - Safari Kebangsaan DPP PDIP yang dipimpin Sekjen Hasto Kristiyanto dan Ketua DPP bidang Organiasi Djarot Saiful Hidayat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berbuah pengalaman budaya Nusantara yang pernah hidup dalam zaman kerajaan-kerajaan Nusantara.

Hasto, Djarot, dan seluruh rombongan disuguhi pameran pusaka atau keris yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang saat ini dipimpin mantan anggota DPR, Anna Muawanah. Selain disuguhi pameran keris nusantara, pada malam harinya rombongan diajak Anna untuk mengunjungi Api Kayangan atau api abadi tempat pusaka dibuat oleh para empu di zaman kerajaan Nusantara.



"Jadi dalam sejarah peradaban kita, Singasari, Majapahit, menggunakan api abadi ini untuk membuat pusaka bagi satria-satria Nusantara sehingga kita punya keberanian. Mereka punya api semangat dan ini juga terkait dengan petilasan yang ada seperti Candi Penataran di Kota Blitar," ujar Hasto di komplek lokasi Api Kayangan, Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (17/11/2018) malam.

Hasto mengatakan, PDIP dan pemerintah menaruh perhatian penuh terhadap pengembangan lokasi wisata, khususnya yang berkaitan dengan sejarah Nusantara. Sehingga apa yang dilakukan oleh Bupati Bojonegoro untuk mengembangkan Api Kayangan dianggap terobosan yang fundamental.

Sementara itu, Anna Muawanah mengungkapkan akan terus mengembangkan obyek wisata ini. Salah satunya menambah obyek wisata seperti tempat persemedian yang kondisinya saat ini perlu ditata.

Ia berharap obyek wisata ini semakin diminati wisatawan dalam dan luar negeri, termasuk kegiatan olahraga masyarakat bisa berkunjung ke Api Kayangan yang terletak di pedalaman hutan lindung ini.

"Biasanyanya sih pengunjung paling banyak memang malak hari. Maka pada malam hari ini kami sengaja untuk berkunjung malam hari dan biar keliatan nature-nya yang ada di sini," ungkap Anna.

Adapun Djarot mengaku merasakan wisata spiritual yang luar biasa ketika memberanikan diri menyeberangi Api Kayangan yang membakar seluruh bebatuan yang tertumpuk. Djarot hanya merasakan hangat tanpa sedikitpun merasa terbakar dengan api yang terlihat merah kebiruan itu.

Mantan Wali Kota Blitar itu membanyangkan tentang suasana para kesatria kerajaan zaman kerajaan Nusantara dahulu. "Jadi pasukan Bayangkara yang sudah dilatih itu di wisuda di sini. Pasukan Bayangkara dari Singashari maupun Majapahit," kata Djarot.

Djarot melihat Bojonegoro telah memberikan penekanan terhadap wisata budaya. Bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu, api kayangan telah memberikan pengalaman wisata yang eksotik.

"Coba kalian naik ke atas kemudian di atas api di situ, tidak terbakar, hangat dan membayangkan diri kalian itu betul-betul diselimuti oleh semangat aura api di dalam dada kita dan itu semua untuk pengabdian untuk Tanah Air. Itu mungkin filosofi yang digunakan oleh bala tentara Bayangkara waktu itu. Bayangkara adalah pengawal negara zaman Kerajaan Majapahit dan Singashari," ucapnya

Selain Djarot, Hasto dan seluruh rombongan termasuk awak media ikut mencoba Api Kayangan, api abadi yang digunakan untuk membuat berbagai pusaka atau senjata yang dipakai para kesatria Nusantara.
(thm)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak