alexametrics

Pihak Jokowi Ingin Kritikan Tim Prabowo-Sandi dengan Data Akurat

loading...
Pihak Jokowi Ingin Kritikan Tim Prabowo-Sandi dengan Data Akurat
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Perindo Yamin Tawary menilai apa yang dikritisi Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sejauh ini tidak sejalan. Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Yamin Tawary menilai apa yang dikritisi Koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sejauh ini tidak sejalan dengan masyarakat.

Yamin Tawary mengatakan bahwa sejauh ini Kubu Joko Widodo (Jokowi)-KH Ma'ruf Amin sudah banyak menyampaikan program dan kebijakan ke depan.

"Hanya saja pihak lawan (Prabowo-Sandi, red) mengkritik beberapa hal, misalnya soal lapangan kerja, harga kebutuhan pokok, angka kemiskinan, pengangguran," kata Yamin Tawary dalam diskusi Polemik Radio MNC Trijaya Network Bertajuk 'Narasi Gaduh, Politik Kisruh' di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2018).

Menurut Yamin, survei menunjukkan elektabilitas Jokowi di bawah 40 persen jika semua yang dikritik kubu Prabowo-Sandi berbasis data akurat. Tetapi, kata Yamin, hingga saat ini elektabiltas Jokowi di atas 50 persen dari berbagai lembaga survei.

"Itu artinya bahwa apa yang dikritisi oleh Prabowo sama Sandi, itu ternyata sesuatu yang memang tidak sejalan dengan apa yang dirasakan masyarakat," ujar Anggota Tim Kampanye Nasional Koalisi Jokowi-Ma'ruf ini.

Adapun salah satu langkah Jokowi membuktikan kritikan kubu Prabowo-Sandi tidak valid dengan menyambangi beberapa pasar. "Kalau boleh misalnya mengkritisi itu dengan fakta dan data yang benar," katanya.

Selain itu, diakuinya bahwa yang membuat kegaduhan belakangan ini bukan dari Tim Sukses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. "Tapi Prabowo Sandi sendiri yang bikin gaduh, akhirnya mereka kelabakan, ya tampang Boyolali, tempe setipis ATM, akhirnya timnya yang kelabakan," katanya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak