alexametrics

Jokowi Sesalkan Banyak Politikus Tak Beretika

loading...
Jokowi Sesalkan Banyak Politikus Tak Beretika
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak untuk menyambut pesta demokrasi dengan rasa gembira. Dengan suasana gembira, masyarakat bisa memberikan hak suaranya secara jernih dan rasional kepada pemimpin yang dirasa mampu memimpin Indonesia.

Jokowi mengatakan, kegembiraan demokrasi hanya dapat dicapai dengan cara santun yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Politik tanpa etika, kata Jokowi, harus dihindari dan dibuang jauh-jauh dari kamus masyarakat Indonesia.

"Kita harus mengarahkan kematangan dan kedewasaan berpolitik dengan cara-cara seperti itu (santun). Oleh sebab itu, sering saya sampaikan, hijrah dari ujaran kebencian kepada ujaran kebenaran, hijrah dari pesimisme kepada optimisme, hijrah dari kegaduhan ke kerukunan dan persatuan," kata Jokowi saat kunjungan kerja di Jawa Tengah, Jumat (9/11/2011).

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung soal kesantunan yang dirasa menghilang dari sejumlah perilaku berpolitik.

Ia melihat bahwa saat ini banyak politikus yang pandai memengaruhi masyarakat. Namun, yang amat disayangkan olehnya, para pelaku politik cenderung tidak memandang etika berpolitik dan keberadaban.

"Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan dan kekhawatiran. Setelah takut, yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat emang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga, masyarakat akan menjadi ragu-ragu," ucapnya.

Jokowi memiliki satu istilah khusus untuk menggambarkan perilaku berpolitik tak beretika yang menebar ketakutan dan kekhawatiran di tengah masyarakat. Berangkat dari mitos Jawa mengenai makhluk halus, dirinya menyebut hal itu sebagai politik genderuwo, politik yang menakut-nakuti.

"Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Itu namanya politik genderuwo, menakut-nakuti," tuturnya.

Presiden berharap agar cara-cara berpolitik serupa itu segera ditanggalkan. Sudah selayaknya bagi masyarakat kita untuk memperoleh contoh politik yang baik dan menghadirkan kegembiraan pesta demokrasi di Indonesia.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak