alexametrics

Kuota SBMPTN Ditambah, Pendaftar Tes Dahulu Baru Pilih Jurusan

loading...
Kuota SBMPTN Ditambah, Pendaftar Tes Dahulu Baru Pilih Jurusan
Mulai 2019 pemerintah menambah kuota penerimaan mahasiswa baru dari jalur SBMPTN dari 30% menjadi minimal 40%. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Mulai 2019, pemerintah menambah kuota penerimaan mahasiswa baru dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dari 30% menjadi minimal 40%. Tujuan penambahan ini untuk memperluas peluang siswa bisa kuliah di kampus-kampus negeri.

Imbas dari penambahan kuota ini, pemerintah mengurangi kuota jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dari 30% menjadi 20%. Adapun pada jalur Mandiri, perguruan tinggi negeri diberi jatah menerima mahasiswa baru maksimal sebanyak 30% dari daya tampung tiap program studi.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek-Dikti) Mohamad Nasir mengatakan, pengurangan jalur SNMPTN ini dilakukan karena dari hasil evaluasi akademik, prestasi mahasiswa jalur undangan ini tidak berbeda dengan mahasiswa lain. Jalur SNMPTN adalah sistem penerimaan mahasiswa melalui penjaringan siswa berprestasi yang dinilai dari rapor semester 1–5.



''Dari segi perspektif seleksi, setelah masuk kuliah tidak mencerminkan korelasi yang makin baik dibandingkan jalur SBMPTN dan SNMPTN,'' ujarnya di Kantor Kemenristek-Dikti, Jakarta, Senin, 23 Oktober 2018.

Untuk jalur Mandiri, tandas Nasir, masih tetap dibuka sebab sangat memungkinkan sejumlah perguruan tinggi akan mengalami kekurangan calon mahasiswa jika jalur ini ditutup. Pada jalur Mandiri, tes masuk calon mahasiswa menjadi otoritas masing-masing PTN. Kendati demikian, pemerintah tetap mempersilakan jika ada PTN yang hanya membuka pada jalur SNMPTN dan SBMPTN. Untuk itu, pada jalur ini, batasannya PTN diperbolehkan menerima mahasiswa maksimal 30% dari daya tampung.

Nasir menjelaskan, prinsip utama dalam seleksi mahasiswa baru tahun depan ialah memberikan rasa keadilan bagi seluruh siswa di manapun berada. Untuk itu, dia meminta kepada panitia agar tidak lagi mengedepankan siswa dari sekolah yang fasilitasnya sudah bagus. Panitia perlu menjaring siswa yang memang diprediksi bisa menyelesaikan studi tepat waktu. ''Sehingga lulusan tidak didominasi dari Jawa saja, tapi menyebar. Keadilan ini sangat penting,'' tegasnya.

Bisa Tes Dua Kali
Selain kuota masuk PTN yang diubah, pemerintah juga merevisi hal teknis di SBMPTN. Pertama, tidak ada lagi ujian tulis, tetapi diganti ujian tulis berbasis komputer (UTBK) secara total tahun depan. Selain itu, jika biasanya tes SBMPTN hanya bisa diikuti satu kali, maka mulai 2019 nanti siswa boleh ikut sebanyak dua kali.

Biaya satu kali tes siswa adalah Rp200.000. Dengan ikut dua kali tes maka siswa bisa memperbaiki nilai jika mengetahui nilainya masih rendah untuk masuk ke PTN yang dituju. Jadwal tes nantinya akan berlangsung selama Maret hingga Juni.

Perubahan signifikan lainnya adalah pada jalur SBMPTN, siswa nantinya tak lagi memilih PTN dahulu baru tes, namun sebaliknya mengikuti tes lebih dahulu, lalu mendapat nilai tes per individu. Setelah itu, nilai ini menjadi dasar calon mahasiswa dalam dan memilih kampus serta jurusan sesuai dengan patokan nilai yang ditetapkan masing-masing kampus.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak