alexametrics

Kasus Suap Busel, Bupati Didakwa Terima Rp578 Juta

loading...
Kasus Suap Busel, Bupati Didakwa Terima Rp578 Juta
Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Bupati Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara nonaktif Agus Feisal Hidayat telah menerima suap Rp578,350 juta. Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Bupati Buton Selatan (Busel), Sulawesi Tenggara nonaktif Agus Feisal Hidayat telah menerima suap Rp578,350 juta.

Hal tersebut tertuang dalam surat dakwaan nomor: 97/TUT.01.04/24/10/2018 atas nama Agus Feisal Hidayat. Surat dakwaan Agus dibacakan JPU saat persidangan di Pengadilan Tipikor Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (17/10/2018). Salinan surat dakwaan Agus diperoleh Koran SINDO dari Humas KPK.

JPU membeberkan, Agus Feisal Hidayat selaku Bupati Buton Selatan (Busel) periode 2017-2022 telah melakukan perbuatan berlanjut dalam penerimaan suap total Rp578,350 juta dari dua pengusaha, Simon Liong alias Chenchen dan terdakwa pemberi Tony Kongres alias Acucu.

Suap tersebut karena Agus telah memenangkan sejumlah perusahaan yang dibawa Acucu dan Chenchen dalam enam proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Busel tahun anggaran 2018.

"Uang tersebut diberikan karena Terdakwa (Agus) telah memberikan beberapa proyek

kepada Acucu dan Chenchen melalui intervensi terhadap proses pengadaan barang/jasa di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Selatan baik secara langsung maupun tidak langsung yang bertentangan dengan kewajibannya," tegas JPU sebagaimana dalam salinan dakwaan atas nama Agus.

JPU memaparkan, awal 2017 Agus maju dan mengikuti Pilkada Busel sebagai calon Bupati Busel periode 2017-2022. Acucu masuk sebagai tim sukses Agus atau pendukung Agus. Termasuk penyokong dana. Karenanya saat Agus terpilih dan dilantik, Agus memastikan, para timses atau pendukungnya termasuk Acucu mendapatkan proyek-proyek.

Belakangan atas intervensi Agus kepada sejumlah pejabat dinas di lingkungan Pemkab Busel untuk memberikan proyek. Kemudian jatah proyek yang diperoleh Acucu, tutur JPU, ada dua. Pertama, rehabilitasi rumah jabatan Wakil Bupati Buton Selatan tahap III dengan nilai kontrak Rp2,9 miliar dengan menggunakan PT Barokah Batauga Mandiri.

Kedua, pekerjaan pengaspalan jalan jembatan batas kota Lawela dengan nilai kontrak Rp196,95 juta dengan menggunakan CV Wakatobi Nusa Indah, yang dalam pengerjaannya Acucu menyerahkan kepada Chenchen.

Proyek yang didapat Chenchen ada empat. Pertama, peningkatan Jalan Siompu 1 : Jalan Poros Desa Waindawula-Biwinapada, Jalan Dusun Katoba Desa Biwinapada dengan anggaran Rp5.961.100.000. Kedua, peningkatan Jalan Siompu 2: Poros Siompu-Siompu Barat, Jalan Poros Lapara, Desa Lapara dengan anggaran Rp5.256.300.000.

Ketiga, peningkatan Jalan Siompu 3: Jalan Pasar Sore Desa Nggulanggula, Jalan Dusun Latukoni, Desa Batuawu, Jalan Poros Karae Desa Karae dengan anggaran Rp4.893.700.000. Terakhir, pemeliharaan Berkala Jalan Poros Burangasi-Lapandewa, Jalan Poros Lontoi, Desa Lontoi dengan anggaran Rp4.748.300.000.

JPU memaparkan, Agus melalui Acucu lantas meminta uang kepada Chenchen. Pada 20 April 2018 Chenchen memberikan Rp400 juta ke Agus melalui Acucu. Atas perintah Agus, uang tersebut secara bertahap digunakan Acucu untuk membiayai kepentingan dan kebutuhan Agus.

Pertama, 21 April 2018 diserahkan Acucu kepada Agus melalui La Ode Yusrin (ajudan Bupati Busel) sejumlah Rp50 juta di Toko Sinar Maju, Kota Baubau. Dua hari berikutnya, Acucu menyerahkan Rp150 juta ke Agus lewat Laode Muhammad Taufik (staf penjaga rumah Agus) di Toko Sinar Maju, Kota Baubau.

Ketiga, pada 27 April 2018 dipergunakan untuk empat kebutuhan. Masing-masing membayar cicilan rumah Agus yang berlokasi di Citraland CPI Makassar sejumlah Rp50,78 juta, bayar hutang Agus ke Toko Sinar Maju Rp39,12 juta, diberikan ke Oman Rp19,2 juta untuk membayar perbaikan mobil Agus, dan membeli soundsystem dengan harga Rp5,25 juta yang kemudian diberikan kepada Hasan.

Keempat, 10 Mei 2018 dibelikan kipas angin untuk rumah jabatan Bupati Buton Selatan seharga Rp4 juta. Kelima, 20 Mei 2018 diserahkan ke Agus melalui Rusman Hadiputera alias Oman (staf penjaga rumah Agus) Rp50 juta. Terakhir, 21 Mei 2018 sebesar Rp10 juta diberikan kepada Agus melalui La Ode Yusrin.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak