alexametrics

LIPI: Kampanye Negatif Bisa Edukasi Calon Pemilih

loading...
LIPI: Kampanye Negatif Bisa Edukasi Calon Pemilih
Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro. Foto/SINDOnews/Raka Dwi N
A+ A-
JAKARTA - Peneliti Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengkritisi imbauan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman yang meminta kadernya untuk melakukan kampanye negatif.

Siti Zuhro mengatakan, kampanye negatif memiliki sejumlah kelemahan. Di antaranya dapat menjadi blunder. Karena itu, elite harus berhati-hati dalam menyampaikan kampanye negatif kepada publik.

"Pertimbangkan baik-baik, dan diperhitungkan dampaknya. Tentu, mereka juga harus punya fakta dan data sejelas-jelasnya," Kata Zuhro saat dihubungi, Rabu (17/10/2018).

Siti menilai, kampanye negatif bisa menjadi bumerang bagi pihak penyebar. Namun demikian, kampanye negatif bisa menjadi pembelajarann politik bagi calon pemilih bila didukung dengan data akurat.

Siti menambahkan, kampanye negatif tidak dilarang dalam kontestasi demokrasi. Kampanye negatif dilakukan untuk mengimbangi kampanye positif.

"Karena, dalam kontestasi ini kan harus juga dijabarkan apa kekuatan serta kelemahan. Biarkan publik nanti yang memutuskan akan memilih siapa," kata Siti.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak