alexametrics

Pemerintah Jokowi-JK Dinilai Perhatikan Nasib Prajurit TNI

loading...
Pemerintah Jokowi-JK Dinilai Perhatikan Nasib Prajurit TNI
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai telah memenuhi janji kampanyenya yang terekam dalam program Nawacita.

Salah satu janji kampanye tersebut, yakni meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI serta memprioritaskan anggaran pertahanan.

Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardani mengatakan, hingga empat tahun usia Pemerintah Jokowi-JK, anggaran pertahanan dan kesejahteraan prajurit sudah menigkat.

"Saya melihat ada peningkatan yang signifikan," kata Jaleswari di Kantor CSIS, Jakarta Pusat, Selasa (16/10/2018). (Baca juga: Jokowi Minta TNI Antisipasi Tantangan Perkembangan Teknologi)

Dari sisi politik anggaran, kata dia, anggaran pertahanan telah menjadi salah satu yang paling besar dalam APBN.

Terkait kesejahteraan prajurit, Jaleswari mengatakan hingga tahun 2018 pemerintah telah membangun 214.441 rumah prajurit. Jumlah rumah prajurit yang dibangun meningkat dibanding tahun 2015 sebanyak 209.885 rumah.

Tidak hanya memperhatikan kesejahteraan prajurit, Pemerintah Jokowi-JK juga peduli terhadap para veteran. Berdasarkan PP Nomor 31 Tahun 2018, pemerintah menaikkan tunjangan veteran sebesar 25%.

Di sektor pertahanan, Jaleswari mengatakan Indonesia kini sudah bisa mandiri dalam membuat pesawat terbang, salah satunya pesawat CN 235.

Ke depan, lanjut dia, Pemerintah Jokowi akan terus berupaya untuk mengembangkan industri pertahanan untuk memenuhi kebutuhan alutsista TNI.

"Di satu sisi kita ingin membesarkan industri pertahanan kita dengan membesarkan PT PAL, Pindad, PT DI untuk memenuhi kebutuhan. Tapi di sisi lain kita sadar betul bahwa kita masih butuh pesawat canggih yang belum kita bisa produksi sendiri seperti Sukhoi," kata Jaleswari
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak