alexametrics

Jubir Prabowo-Sandi Diperiksa Polisi, Ini Komentar Kubu Jokowi-Ma'ruf

loading...
Jubir Prabowo-Sandi Diperiksa Polisi, Ini Komentar Kubu Jokowi-Maruf
uru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menganggap pemeriksaan Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak merupakan hal yang biasa. Foto/dpr.go.id
A+ A-
JAKARTA - Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus dugaan informasi bohong atau hoaks yang menjerat Ratna Sarumpaet sebagai tersangka di Mapolda Metro Jaya.

Pemeriksaan Dahnil ini pun mendapat komentar dari Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding. Politikus PKB itu menganggap pemeriksaan tersebut merupakan hal yang biasa.

"Memang harus diperiksa kalau memang menurut polisi atau penyidik itu ada yang perlu dimintai keterangan, informasi dari Mas Dahnil," ujar Karding saat dihubungi, Selasa (16/10/2018).

Karding menyebutkan, biarkan proses hukum itu tetap berjalan dengan memberikan kewenangan penuh kepada penyidik. Termasuk jika penyidik membutuhkan keterangan dari pihak-pihak yang perlu diminta keterangan seperti Prabowo.

Dalam hal ini, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf meminta polisi tak ragu memanggil siapa saja. Menurutnya, kasus Ratna bukan sekadar hukum murni melainkan sudah melibatkan publik. Dia menambahkan, biarkan polisi bekerja apakah Ratna murni bertindak sendiri atau memang ada dugaan keterlibatan pihak lain.

"Tapi kalau itu memang konspirasi, dia mesti dibuka agar apa? Agar jadi pendidikan ke depan, bagi politisi, bagi masyarakat bahwa ini sejarahnya pernah begini, jadi cara berpikirnya di situ. Diperiksa dan betul-betul diperiksa jangan ada pengistimewaan atau sebaliknya jangan ada unsur politik dalam hukum," tandasnya.
(kri)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak