alexametrics

Penjelasan Prabowo Soal Polemik 'Make Indonesia Great Again'

loading...
Penjelasan Prabowo Soal Polemik Make Indonesia Great Again
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku heran bahwa pidatonya yang menyebut 'Make Indonesia Great Again' dituding sejumlah pihak jiplakan. Foto/SINDOphoto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengaku heran bahwa pidatonya yang menyebut "Make Indonesia Great Again" dituding sejumlah pihak jiplakan dari slogan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada pemilu AS 2016.

Prabowo menegaskan bahwa istilah itu bisa digunakan siapa saja dan itu sesuai dengan kondisi Indonesia.

"Kamu enggak setuju Indonesia Great Again? Kok jiplak sih," kata Prabowo saat diwawancara seusai menghadiri acara penguatan visi bangsa Pergerakan Indonesia Maju (PIM), di Hotel Grand Sahid, Jakarta, kemarin malam.

Menurut Ketua Umum Partai Gerindra itu, jika bangsa lain bisa menggunakan istilah great again, maka dirinya juga boleh menggunakan istilah yang sama. Karena itu, Prabowo mengaku heran jika dikatakan menjiplak.

"Kok jiplak sih. Jadi saya mengatakan kalau bangsa lain mengatakan make Amerika great again boleh, kok kita enggak boleh," tukasnya.

Prabowo menjelaskan, alasan dirinya menggunakan istilah itu karena dirinya tidak ingin rakyat Indonesia miskin. Untuk itu, bangsa Indonesia harus kuat kembali.

"Saya ingin bangsa saya kuat, saya ingin bangsa saya tidak miskin ya. Itu," tegasnya.

Sebelumnya, dalam pidato, Prabowo juga memuji usulan visi dan misi dari Pergerakan Indonesia Maju. Dia menilai, organisasi ini bertujuan untuk mencari solusi atas segudang permasalahan bangsa. Dan Prabowo merasa cocok dengan gagasan tersebut.

"Jadi meski politik berbeda, tidak ada masalah. Yang penting, kita mencari untuk mengatasi, menghadirkan solusi bangsa. Sepintas saya baca 99 pemikiran PIM, cocok dengan saya," ucap Prabowo.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak