alexametrics

PDIP: Sekarang Rakyat Melihat Mana Positif atau Cuma Retorika

loading...
PDIP: Sekarang Rakyat Melihat Mana Positif atau Cuma Retorika
Pidato Prabowo Subianto menyebutkan adanya elite negara yang tidak peduli terhadap masyarakat dan cenderung mengutamakan kepentingan golongan dan keluarga. Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Pidato Calon Presiden Prabowo Subianto menyebutkan adanya elite negara yang tidak peduli terhadap masyarakat dan cenderung mengutamakan kepentingan golongan dan keluarga.

Dalam pidatonya di hadapan peserta Rakernas LDII, Prabowo juga menggaungkan istilah 'Make Indonesia Great Again'. Pidato capres nomor urut 02 itu pun menghasilkan perbincangan dan komentar publik.

Termasuk kalangan elite parpol pengusung pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin, salah satunya Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN), Hasto Kristiyanto di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta 12 Oktober 2018.

"Rakyat melihat mana yang sebenarnya berbicara hal-hal yang positif membangun negeri ini dengan kerja keras dengan tetesan keringat, mana yang retorika," kata Hasto.

Kendati begitu, Hasto yang juga Sekjen DPP PDI Perjuangan itu menganggap, sebagai pemimpin seyogyanya pemilihan diksi pun harus disampaikan secara hati-hati. Sebab, jika diksi tersebut tak sesuai dengan kenyataan maka, rakyat bisa bersikap sebaliknya.

Juga demikian dengan istilah kebodohan ekonomi yang dilontarkan Prabowo Subianto. Hasto mengatakan, rakyat sudah melihat kubu mana yang akhirnya menderita gejala kebodohan tersebut.

"Ketika tidak bisa membedakan antara penganiayaan dan operasi plastik, rakyat paham siapa yang sebenarnya menderita gejala kebodohan," tutur Hasto.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak