alexametrics

Terkait Kenaikan BBM, Demokrat Minta Jokowi Belajar dari SBY

loading...
Terkait Kenaikan BBM, Demokrat Minta Jokowi Belajar dari SBY
Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari menyayangkan bila polemik kenaikan harga BBM kemarin ada kaitannya dengan pertimbangan politik. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari menilai apa yang disampaikan oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan terkait kenaikan harga BBM dan kemudian diralat lagi oleh menteri lainnya telah terjadi mis komunikasi. Seharusnya, kata Imelda, kepemimpinan nasional lah yang mestinya menjadi entry point bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi.

"Partai Demokrat ketika mengambil suatu keputusan dan itu kemudian dibicarakan oleh semua pimpinan partai politik bukan hanya by phone tapi dalam satu rapat yang sudah diketok kemudian disampaikan secara komperhensif," ujar Imelda dalam Talkshow Polemik Radio MNC Trijaya Network dengan tema BBM dan Situasi Kita, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).

Dirinya juga menyayangkan, bila polemik kenaikan harga BBM kemarin ada kaitannya dengan pertimbangan politik. Karena memang tahun 2018 ini sudah memasuki tahun politik, apalagi masa kampanye tengah berlangsung.

"Saya melihatnya mungkin karena mau menghadapi pemilu. Kalau memang alasannya hanya mau menghadapi pemilu kemudian di sisi popularitas elektabilitas saya kira agak kurang wise," jelasnya.

Imelda juga mengungkapkan sebagai informasi pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam 10 tahun ada empat kali kenaikan BBM. Tahun 2005 dua kali, 2008 1 kali dan 2013 satu kali.

Kenaikan itu, kata Imeda, juga disadari pada tahun 2008 karena dilakukan pada bulan Mei. Artinya itu setahun kemudian akan terjadi pemilu itu disadari akan menggerus popularitas.

"Pada saat itu kami menghitung secara survei ada penurunan popularitas akibat kenaikan BBM itu namun itu yang balance di dalam APBN itu dijaga. Ini soalnya adalah apakah demi menjaga popularitas kemudian persoalan lainnya menyangkut rakyat tidak bisa kita handle atau justru demi kepentingan yang jauh lebih luas," jelas Imelda.

"Pada akhirnya tentu kepentingan rakyat yang menjadi poin pemerintahannya. Kenaikan BBM diikuti dengan menjaga daya beli masyarakat dengan BLT dan BLSM. Itulah yang menjadi perhatian dari SBY," tutupnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak