alexametrics

Mempersoalkan al-Khilafah al-Indonesia

loading...
Mempersoalkan al-Khilafah al-Indonesia
Guru Besar Pascasarjana FIAI Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Faisal Ismail. Foto/KORAN SINDO
A+ A-
Faisal Ismail 

Guru Besar Pascasarjana FIAI Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta  



 



PROF Mahfud MD dalam acara Indonesia Lawyers Club di sebuah televisi di Jakarta mengulas tentang khilafah. Prof Mahfud memaknai khilafah sebagai sistem pemerintahan Islam yang meliputi berbagai bangsa (transnasional) dengan pusat kekuasaan yang dipimpin oleh seorang khalifah. Khilafah sebagai sistem pemerintahan jika diterapkan di Indonesia sangat tidak cocok dan berbahaya karena bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. Tentang poin ini, saya berpandangan sama dengan Prof Mahfud.

 

Pikiran saya terusik ketika Prof Mahfud mengatakan "Saya pastikan bahwa Indonesia dengan sistem Pancasila ini adalah juga khilafah, [yaitu] khilafah dalam arti sistem pemerintahan yang khas bagi Indonesia, al-khilafah al-Indonesia. " Kemudian Prof Mahfud mempertegas lagi, "Indonesia pun menganut sistem khilafah ,  tetapi model khilafah yang khas Indonesia yang didasarkan kepada Pancasila, al-khilafah al-Indonesia." 

 

Prof kelahiran Madura ini mengklaim pendapatnya didasarkan pada perspektif pengertian khilafah sebagai model kepemimpinan (bukan sebagai sistem pemerintahan). Menjadi pertanyaan: adakah al-khilafah al-Indonesia itu? Apa benar negara kita menganut dan menerapkan model khilafah khas Indonesia yang berdasarkan Pancasila?

 

Tonggak Sejarah Khilafah  

Kata khilafah berarti penggantian (succession)  atau kekhalifahan (caliphate).  Orangnya disebut khalifah (caliph  atau successor ); bentuk jamak khalifah adalah khulafa’. Melalui sunnah fi’liyahnya, Nabi Muhammad mendirikan Negara Madinah dan beliau memimpinnya selama 10 tahun (622-632 M). Dalam bukunya "Muhammad: Prophet and Statesman,"  Prof Montgomery Watt menilai karier Muhammad sebagai nabi dan negarawan sangat sukses.

 

Setelah Nabi wafat (11 H/632 M), roda pemerintahan dan kepemimpinan umat dilanjutkan oleh Khulafa’ ar-Rasyidin (Abu Bakar ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib) yang seluruhnya berlangsung selama 29 tahun (11-40 H/632-661 M). Keempat khalifah ini bukan pengganti Muhammad sebagai nabi, tetapi pengganti nabi sebagai pemimpin umat. Sistem khilafah dipandang sebagai tonggak sejarah dalam ketatanegaraan Islam.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak