alexametrics

Restrukturisasi Pascabencana

loading...
Restrukturisasi Pascabencana
Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo Edy Purwo Saputro. Foto/KORAN SINDO
A+ A-
Edy Purwo Saputro

Dosen Pascasarjana di Universitas Muhammadiyah Solo  



 

 

BENCANA beruntun di republik ini berdampak sistemik terhadap geliat ekonomi bisnis, termasuk juga apa yang terjadi dengan bencana gempa dan tsunami di Palu-Donggala. Betapa tidak, belum reda upaya penanganan kasus gempa di Lombok, ternyata berlanjut dengan gempa dan tsunami di Palu-Donggala.

Data terbaru jumlah korban terus bertambah, yakni hingga lebih 2.000 jiwa. Tidaklah mudah menyikapi bencana yang terjadi beruntun dan karenanya sikap proaktif untuk bangkit membangun kembali daerah dan perekonomian pascabencana menjadi sangat penting. Jadi target relokasi dan restrukturisasi harus secepatnya dilakukan.
 

Belajar bijak dari bencana beruntun, sangat disesalkan bahwa sejumlah alat peringatan dini tsunami ternyata tidak lagi bisa berfungsi sejak 2012. Tentu ini menjadi pertanyaan. Padahal alat pendeteksi ancaman tsunami menjadi sangat penting jika dikaitkan dengan ancamannya terhadap sejumlah daerah.

 

Perlu diperhatikan bahwa Indonesia termasuk salah satu daerah yang rawan gempa dan tentu ini juga relevan dengan ancaman terjadinya tsunami sehingga ketersediaan sejumlah alat pendeteksi tsunami kebutuhan yang mendesak. Setidaknya mencegah tentunya lebih baik daripada merekonstruksi sejumlah kerusakan yang terjadi pasca gempa dan tsunami itu sendiri, bukan hanya di Palu-Donggala tapi juga di daerah lainnya.

 

Komitmen  

Belajar bijak dari kasus bencana di Aceh-Padang dan sejumlah daerah lain yang pernah terkena gempa dan tsunami, ke depan pemerintah, baik pusat maupun daerah, perlu mengidentifikasi dan memetakan ulang berbagai kemungkinan ancaman yang terjadi. Hal ini tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tapi kita semua.

 

Sejatinya kita tidak hanya menjadi objek dari bencana, tapi harus bisa menjadi subjek sehingga mampu mereduksi dan meminimalkan serta menghindar dari berbagai ancaman bencana. Artinya perlu dibangun kesadaran kolektif terhadap realitas ancaman bencana di republik ini dan keterlibatan aktif masyarakat sebagai bagian dan komponen penting dalam penanganannya.
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak