alexametrics

BNPB Imbau Masyarakat Tidak Cari Korban Bencana Secara Mandiri

loading...
BNPB Imbau Masyarakat Tidak Cari Korban Bencana Secara Mandiri
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulteng yang terdampak bencana alam beberapa waktu silam untuk tidak melakukan pencarian korban secara mandiri. Foto/Antara
A+ A-
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada seluruh masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng) yang terdampak bencana alam gempa bumi dan tsunami beberapa waktu silam untuk tidak melakukan pencarian korban secara mandiri.

“Jika masih ada warga yang mencari korban dan sebagainya kita imbau untuk tidak melakukan karena kondisi jenazah sudah rusak dan berpotensi menimbulkan penyakit,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Kantor BNPB, Jakarta, Kamis (11/10/2018).

Sutopo sebelumnya mengungkapkan bahwa proses evakuasi secara besar-besaran akan dihentikan esok, Jumat (12/10). Seharusnya proses evakuasi dihentikan hari ini tapi karena banyaknya masyarakat yang menginginkan proses evakuasi dilanjutkan, akhirnya pemerintah memperpanjangnya.

"Jadi proses evakuasi besar-besaran akan dihentikan pada 12 Oktober 2018, maju sehari seperti permintaan dari masyarakat," tutur Sutopo.

Selain itu Sutopo menyebutkan untuk masa tanggap darurat, pemerintah telah menyatakan menambah 14 hari ke depan. Hal tersebut disepakati dari rapat koordinasi pada pukul 09.00 waktu setempat yang dipimpin Gubernur Sulawesi Tengah bersama kepala daerah di Sulteng dan kementerian atau lembaga terkait.

"Dengan pertimbangan masih banyak masalah yang harus diselesaikan di lapangan, seperti pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, penanganan medis, pembersihan puing, dan lain-lain, untuk itu masa tanggap darurat diperpanjang 14 hari ke depan, dari 13-26 Oktober 2018," tutupnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak