alexametrics

Alasan Eks Tokoh 212 Merasa Berhak Dukung Jokowi-Ma'ruf

loading...
Alasan Eks Tokoh 212 Merasa Berhak Dukung Jokowi-Maruf
Sejumlah tokoh atau ulama yang tergabung dalam Eks 212 Kawal KH Ma'ruf Amin mendeklarasikan dukungan terhadap Jokowi-Ma'ruf di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (11/10/2018). Foto/SINDOnews/Rakhmatulloh
A+ A-
JAKARTA - Koordinator Eks 212 kawal KH. Ma'ruf Amin, Razman Arif Nasution mengatakan, sejak lama para alumni tokoh dan ulama eks Gerakan 212 menjalin komunikasi untuk menentukan dukungan berbeda dalam pemilu presiden 2019 mendatang.

"Perlu saya sampaikan bahwa terus terang menjadi kegelisahan bagi kami katakan saya tim advokasi dan teman-teman yang tergabung dalam 212, ustaz Kholid, kurtubi mereka ini juga berjalan kaki dan membawa Aqua agar orang yang melakukan gerakan bela Islam tidak kehausan," ungkap Razman dalam jumpa pers di Rumah Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (11/10/2018).



Maka itu, Razman menganggap, Ijtimak ulama I dan II perlu dipertanyakan kembali yang memutuskan mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno. Sementara gerakan 212 sejak awal menginginkan kehadiran ulama menjadi pemimpin nasional.

Menurut Razman, dari para tokoh eks 212 kemudian muncul pertanyaan kenapa keluar dukungan kepada Prabowo-Sandi. Sementara, kelahiran gerakan 212 untuk mengawal fatwa MUI yang dikeluarkan Kyai Ma'ruf Amin.

"Untuk itu mulai hari ini kami sebut namanya eks 212 kawal Kiai Haji Ma’ruf Amin, itu judulnya," ujarnya.

Sementara itu, Ustaz Sulaeman merasa dirinya juga menjadi bagian dari eks 212 yang membawa massa dari Jatinegara dan Monas untuk memperjuangkan Islam menentang dugaan penistaan agama yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Maka kami menginginkan 212 adalah milik bersama, bukan hanya milik mereka, tapi kita pun juga berhak mengklaim bahwa kami eks 212 dukung Jokowi-Ma'ruf Amin," kata Sulaeman.

(Baca juga: Tokoh Eks 212 Deklarasi Dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf)

Adapun Ustaz Kurtubi juga merasa memiliki hak yang sama karena telah berjuang dalam gerakan 212. Diakuinya bahwa setiap anggota 212 memiliki mainset politik masing-masing. Karenanya mainset yang ia pegang bahwa calon pemimpin harus yang seakidah dengan gerakan ini.

Poin pentingnya, menurut dia, pemimpin yang ada seluruhnya satu akidah bahkan, Jokowi jauh memilih ulama sebagai pendampingnya.  "Saya dan kawan-kawan berjuang, alhamdulilallah yang kita perjuangkan, kita doakan dikabulkan sekaligus yang dikhawatirkan Allah ganti dengan kiai Ma’ruf ulama besar," tandasnya.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak