alexametrics

Polisi Telusuri Penyebar Hoaks Penganiayaan Ratna Sarumpaet

loading...
Polisi Telusuri Penyebar Hoaks Penganiayaan Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet saat jumpa pers di rumahnya, Jalan Kampung Melayu Kecil 5, Jakarta Selatan, Rabu 3 Oktober 2018. Saat itu dia mengakui berbohong soal kabar penganiayaannya. Foto/SINDOnews/Rico Afrido Simanjuntak
A+ A-
JAKARTA - Penyidik Polda Metro Jaya melakukan penelusuran terhadap penyebar kabar bohong atau hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet.

Penelusuran dilakukan dengan memintai keterangan Amien Rais, Rabu 10 Oktober 2018. Dalam pemeriksaan, penyidik bertanya kepada Amien tentang bagaimana cara mendapatkan kabar hoaks tersebut.



Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono menuturkan, hasil pemeriksaan Amien lebih mengarah bagaimana mantan Ketua MPR itu mendapatkan berita tersebut.

Dalam pemeriksaan selama enam jam, Amien diminta menjelaskan kepada penyidik mengenai asal mula memeroleh informasi soal penganiayaan yang diklaim Ratna.

"Kami menanyakan dapat mengetahui berita hoaks penganiayaan Ratna itu dari mana. Kan gitu," tandasnya.

Penyidik juga bertanya kepada Ketua Dewan Kehormatan PAN itu mengenai siapa saja pihak yang menyebarkan berita bohong jika Ratna dipukuli sejumlah orang hingga babak belur. “Kemudian siapa saja yang menyebarkan hoaks itu,” ungkapnya.



Polisi juga sempat mendalami isi pertemuan sejumlah tokoh pada 2 Oktober lalu untuk menanggapi soal pernyataan Ratna yang mengaku dianiaya.

"Tetap kami tanyakan soal pertemuan tokoh-tokoh," katanya.

Namun, Argo enggan menjawab apakah Amien mengetahui atau tidak bila Ratna dari awal telah merancang rekayasa penganiayaan itu.  

Penyidik juga menyita rekam medis Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika terkait operasi plastik yang pernah dijalani aktivis sosial Ratna Sarumpaet, Rabu 10 Oktober 2018. Hasil operasi plastik  baru didapatkan polisi setelah mengajukan izin ke pengadilan.

Penyitaan rekam medis itu untuk dijadikan barang bukti pasca polisi menetapkan Ratna sebagai tersangka dalam kasus penyebaran hoaks di media sosial. "Rekam medis yang ada di RS Bina Estetika sudah kita ambil, setelah dapat persetujuan dari pengadilan, kemarin hari Rabu. Kita ambil, sebagai barang bukti," tuturnya.

Namun, Argo menyampaikan, alasan rekam medis rumah sakit kecantikan itu diambil tak berkaitan dengan transfer uang yang dikirim Ratna untuk menjalani operasi sedot lemak di bagian wajah. Kata dia, bukti yang kini disita adalah catatan hasil operasi Ratna yang dilakukan dokter di Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika.
(dam)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak