alexametrics

Rakernas LDII

Jokowi Ingatkan Jangan Ada fitnah Jelang Pemilu

loading...
Jokowi Ingatkan Jangan Ada fitnah Jelang Pemilu
Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam.Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar Rakernas yang diikuti 1.500 peserta dari tingkat Dewan Perwakilan Wilayah (Provinsi) dan Dewan Perwakilan Daerah (Kabupaten/kota).

Acara yang digelar di Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu 10 Oktober 2018 diikuti peninjau yang terdiri dari para ulama, pengurus DPP, pengasuh pondok pesantren, dan sekolah yang berada di bawah naungan LDII.



“Acara ini sangat strategis karena bertepatan dengan tahun politik. Untuk itu, kami menggelar Rakernas untuk mengumpulkan aspirasi dari bawah yang bisa menjadi masukan bagi para capres. Jadi Pilpres bukan ajang komunikasi searah dari para kandidat. Justru ini waktu yang baik bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasinya,” tutur Ketua Umum DPP LDII, Abdullah Syam, dalam keterangan persnya.

Menurut Abdullah Syam, masyarakat bisa merasakan langsung efek program kerja pemerintah selama lima tahun. Masyarakat berhak memberikan masukan dan mengevaluasi untuk perbaikan. Siapa pun presidennya nanti.

Dalam acara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bangsa Indonesia adalah bangsa dan negara yang besar, sekaligus menyimpan perbedaan yang besar.“Wilayah Indonesia setara perjalanan dari London ke Istambul, kita memiliki 714 suku, 1.500 bahasa, dan keragaman suku dan budaya. Bandingkan negara ini dengan negara lain, terlihat betapa Indonesia bangsa yang besar. Namun ingat, ancaman perbedaan juga besar,” ujar Jokowi.Presiden mengingatkan jangan sampai bangsa ini pecah hanya karena pilkada, pileg, dan pilpres, “Kampanye politik yang didasari kebohongan, hoaks, dan fitnah hanya memecah belah bangsa ini,” ujar Jokowi.

Presiden mengingatkan, energi bangsa ini seharusnya diarahkan untuk menyambut perubahan dunia yang cepat. Era industri 4.0 merupakan era yang sangat dinamis perubahannya. Sejak revolusi industri pertama, telah terjadi 3.500 perubahan dalam industri 4.0. Mulai dari kecerdasan buatan, otomatisasi robot, cryptocurrency, bitcoin, hingga virtual reality, dan 3D printing.

“Meskipun luar biasa, membuat pekerjaan makin cepat namun membawa dampak negatif pula. Untuk itu, kita harus mempersiapkan bangsa Indonesia mengantisipasi sekaligus memanfaatkan kecanggihan teknologi di era industri 4.0,” tutur Jokowi.

Bagi pengusaha, industri 4.0 menguntungkan karena dapat menekan biaya produksi. Namun dari sisi penyerapan tenaga kerja, bisa merugikan masyarakat. Untuk itu bangsa ini perlu mengantisipasi.

Tekanan dari negara lain, kata dia, membuat ekonomi Indonesia terimbas karena negara-negara kini sudah tak berbatas. Jokowi menyontohkan ekonomi Indonesia sangat terpengaruh oleh kebijakan negara lain, kebijakan Bank Federal, bahkan kebijakan ekonomi negara lain bisa mempengaruhi Indonesia.

Untuk itu, kata dia, menghadapi negara yang sudah tak memiliki batas, pembangunan karakter menjadi sangat penting. Bangsa Indonesia harus menjaga nilai, tata krama, etika, dan sopan santun agar tak ikut terimbas efek negatif dari fenomena global.  

Jokowi juga mengingatkan, isu-isu negatif dan kampanye hitam, jangan terus berulang-ulang dalam setiap pemilu yang diadakan dalam lima tahun sekali.

“Saya jadi korban. Saya dituduh PKI. PKI bubar 1965 sedangkan saya lahir 1961, masak PKI balita. Saya tidak kena, orangtua dan kakek nenek saya dituduh. Ada Foto yang mirip saya dekat Aidit. Tidak masuk akal. Bahkan ada kiai yang ingin bicara empat mata, soal saya PKI. Tapi semuanya terbantahkan,” ujar Jokowi.

Sementara itu, LDII dalam Rakernas mengusulkan delapan bidang pembangunan yang bisa dijadikan titik fokus pembangunan nasional, “Kami mengusulkan kepada pemerintah, karena kami telah melaksanakan delapan bidang pembangunan tersebut,” tutur Abdullah Syam.

Delapan bidang itu, pertama, yakni penguatan wawasan kebangsaan (Bidang Kebangsaan), yakni menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Inilah yang menjadi payung dalam pembangunan.
halaman ke-1 dari 2
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak