alexametrics

Minta Kapolri Dicopot, Amien Dinilai Bisa Kacaukan Demokrasi dan Hukum

loading...
Minta Kapolri Dicopot, Amien Dinilai Bisa Kacaukan Demokrasi dan Hukum
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Juru Bicara Jaringan Islam Moderat, Tegar Putuhena, meminta Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang diperiksa Polisi sebagai saksi atas kasus Ratna Sarumpaet tidak risau menghadapi pemeriksaan tersebut.

Jaringan Islam Moderat juga meminta Amien menunjukkan teladan yang baik bagi publik dengan berkomentar yang menyejukkan bukannya memicu kegaduhan apalagi dengan menggunakan dasar yang belum bisa dibuktikan.

"Sebaiknya bapak Amien Rais menghadapi proses hukum dengan tenang dan kooperatif. Percayakan saja pada penegak hukum, toh jika nanti terdapat hal-hal yang dirasa tidak sesuai prosedur ada saluran hukum yang bisa dipakai," kata Tegar kepada SINDOnews, Rabu (10/10/2018).

Tegar menilai, pernyataan Amien Rais yang meminta Presiden Jokowi mencopot Kapolri Jenderal Tito Karnavian sangat tendensius dan tidak berdasar. Tegar berharap tindakan semacam ini segera dihentikan bila tidak ingin menjadi preseden buruk di masa mendatang.

"Jangan sampai kedepannya setiap ada orang yang dipanggil Polisi akan meminta pencopotan Kapolri. Hal ini akan mengacaukan demokrasi dan hukum," kata Tegar.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap asas equality before the law, Tegar mendesak aparat Kepolisian bertindak profesional tanpa membeda-bedakan siapapun yang akan diperiksa, termasuk Amien Rais.

"Bahwa yang bersangkutan adalah mantan Ketua MPR, itu kita hormati. Namun sebagai warga negara yang tunduk pada hukum, kami juga berharap Amien Rais beri contoh yang baik pada publik dengan menghormati setiap proses hukum," kata Tegar.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak