alexametrics

Menginjak Usia 28 Tahun, MNC Trijaya Usung Nuansa 90-an

loading...
Menginjak Usia 28 Tahun, MNC Trijaya Usung Nuansa 90-an
Pemimpin Redaksi Radio MNC Trijaya FM Gaib Maruto Sigit mengatakan, memperingati usianya yang ke-28, MNC Trijaya FM mengusung nuansa 90-an. Alasannya MNC Trijaya FM pertama kali mengudara di awal era 1990-an. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Tak terasa MNC Trijaya FM, yang sebelumnya bernama Trijaya FM telah berusia 28 tahun. Di HUT-nya, Selasa 26 September 2018, MNC Trijaya FM mengusung nuansa 90-an. Alasannya MNC Trijaya FM pertama kali mengudara di awal era 1990-an.

"Di HUT tahun ini kami mengundang Cokelat dan GIGI Reunion, karena kita ingin nuansa 90-an. Kan Trijaya lahir tahun 90-an. Jadi, kita temanya 'Sinergi untuk Negeri', tapi nuansanya 90-an," kata Pemimpin Redaksi Radio MNC Trijaya FM Gaib Maruto Sigit di Kantor MNC Trijaya FM, Gedung iNews Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (26/9/2018).



Tak hanya bintang tamunya, di spesial HUT ke-28 tahun, MNC Trijaya FM juga memutarkan musik-musik era 1990-an hingga mengadakan kuis tebak lagu-lagu era 90-an melalui media sosial Instagram. Selain itu, tema yang diangkat tahun ini adalah 'Sinergi untuk Negeri'.



"Kenapa kita ambil tema ini, karena kita ingin media itu bukan sekadar pemberi informasi, tapi juga bagian penting dari elemen bangsa ini yang dapat memberikan pengaruh kebijakan apa pun, baik di pemerintahan maupun publik,"ujarnya.

MNC Trijaya FM, sambung dia, ingin media menjadi sinergi untuk semua pihak seperti BUMN, pemerintah, swasta, lembaga-lembaga sosial, dan LSM. "Jadi, kami mengajak semua kalangan untuk menyampaikan apa yang perlu disampaikan pada publik. Tugas kita juga menyampaikan pada pendengar kita," ucapnya.

Di HUT ke-28 ini, MNC Trijaya FM tak hanya mengundang musisi-musisi, tetapi juga para tokoh nasional untuk menjadi narasumber, seperti Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar, Sekretaris Jenderal MPR Maruf Cahyono, Dirut MRT William Sibandar, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto, pihak Kementerian Luar Negeri, dan masih banyak lagi.

"Kita berharap media mainstream seperti radio itu, menjadi pilihan utama masyarakat dalam memilih berita, karena kita adalah media yang bisa dipercaya publik. Radio juga bisa menjadi pilihan terakhir bagi masyarakat di tengah begitu banyaknya informasi," tuturnya.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak