alexametrics

PDIP Bantah Megawati Acuhkan Konsep Pemikiran Kwik Kian Gie

loading...
PDIP Bantah Megawati Acuhkan Konsep Pemikiran Kwik Kian Gie
Kwik Kian Gie, ekonom yang juga kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Foto/SINDOnews/Yulianto
A+ A-
JAKARTA - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menegaskan tidak benar jika Megawati Soekarnoputri mengacuhkan Kwik Kian Gie mengenai pemikirannya di bidang ekonomi.

PDIP menegaskan telah menerapkan pemikiran Kwik dalam pembangunan, khususnya terkait bidang energi.



"Ini kan bicara tentang kebijakan perekonomian Indonesia yang digagas oleh Pak Kwik. Tidak hanya mendengarkan, kami sudah lakukan beberapa hal yang concern dari Pak Kwik contohnya tentang membangun kedaulatan energi kita itu kan juga gagasan-gagasan beliau," tutur Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Menteng, Jakarta, Selasa (18/9/2018).

(Baca juga: Di Rumah Prabowo, Kwik Kian Gie Ungkap 'Dicuekin' Megawati dan Prabowo)

Hasto juga menegaskan Kwik masih menjadi kader PDIP. "Tolong juga jangan tutup ruang keadaan publik hanya karena seseorang bertemu dengan pasangan calon," tutur Hasto.

Hasto menegaskan, Kwik bertemu kubu Prabowo-Sandi dalam kapasitas sebagai narasumber, tidak lebih dari itu sehingga tidak perlu ditafsirkan macam-macam.
Pada Senin 17 September 2018 malam, Kwik Kian Gie telah melakukan pertemuan dengan Prabowo-Sandi. Usai pertemuan, Kwik Kian Gie mengakui pernah menulis buku tentang pemikirannya di bidang ekonomi pada tahun 2004 silam.

"Booklet, buku kecil yang judulnya platform presiden," kata Kwik.
 
Dia berharap saat itu, pasangan calon dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2004 silam yang terpilih bisa memerhatikan bukunya itu. Namun, tidak ada pasangan calon dalam Pilpres 2004 silam itu yang merespons, termasuk Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi.

"Tidak ada respons sama sekali, tidak ada perhatian sama sekali dari siapa pun juga," katanya.
(dam)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak