alexametrics

SBY Klaim Program di Eranya Kini Dikemas Ulang dengan Ganti Nama

loading...
SBY Klaim Program di Eranya Kini Dikemas Ulang dengan Ganti Nama
Pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung sejumlah keberhasilan program selama dia menjabat menjadi presiden. Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyinggung keberhasilan program selama dia menjabat menjadi presiden. Pemerintah saat ini mengemas ulang program-program kerakyatan besutan presiden RI keenam itu.

"Dewasa ini kita mendengar bahwa sebagian dari program-program itu diganti namanya, atau dikemas ulang. Sebagian yang lain ditiadakan," kata SBY dalam pidato politiknya di Gedung Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, kemarin.

Meski demikian, SBY tidak secara rinci menyebutkan program apa saja yang dikemas ulang oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini. Selain itu SBY dalam pidatonya juga membeberkan  sejumlah program yang pro kepada rakyat selama 10 tahun masa pemerintahannya.

"Kita berikan Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), Program Keluarga Harapan (PKH), beras miskin (raskin), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan Bidikmisi untuk membantu kaum tidak mampu dalam bidang pendidikan," papar SBY.

Tak hanya itu, SBY juga memaparkan program-program keberhasilannya selama menjabat presiden seperti bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), pemberian dana desa, peningkatan gaji pegawai negeri sipil, TNI, Polri dan upah buruh.

SBY tidak menerima jika program-programnya itu dianggap menghamburkan anggaran. Dan bahkan menuding ada pihak yang menyebut program tersebut tidak produktif.

"Saya dan Partai Demokrat tentu tidak setuju, kalau membantu rakyat kecil dan rakyat yang sedang susah itu salah dan tidak produktif," tuturnya.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak