alexametrics

Buku Biografi Mahyeldi Dibedah Mantan Menpan RB

loading...
Buku Biografi Mahyeldi Dibedah Mantan Menpan RB
Buku biografi Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo berjudul 'Mahyeldi Memimpin Adalah Melayani' itu akan dibedah mantan Menpan RB, Asman Abnur. Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Buku biografi Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo dibedah di Jakarta. Buku berjudul 'Mahyeldi Memimpin Adalah Melayani' itu akan dibedah mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnur.

"InshaAllah jika tak ada aral melintang, pak Asman Abnur akan membedah buku biografi itu," kata salah satu dari empat penulis buku 'Mahyeldi Memimpin Adalah Melayani', Syahrial Kamat.



Bedah buku biografi Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo digelar di Indonesia Internasional Book Fair (IIBF). IIBF dibuka di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), Rabu 12 September 2018, besok.

Bedah buku dimoderatori Presiden Rumah Quran Violet (RQV) Indonesia yang juga penulis, Sultan Muda Azmi Fajri Usman. "Bedah buku dilaksanakan setelah pembukaan IIBF," ungkap penulis lain, Mulyadi Muslim.

Sementara Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Rosidayati Rozalina telah mengirimkan undangan kepada sejumlah kepala daerah di Indonesia. Termasuk kepada Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah.

"Undangan kehadiran sudah sampai ke tangan pak Walikota," ucap Sekretaris Pribadi Walikota Padang, Eri Santoso.

Buku biografi berjudul 'Mahyeldi Memimpin Adalah Melayani' mengupas perjalanan hidup Mahyeldi dari kecil hingga akhirnya sukses sebagai Walikota Padang. Dalam buku itu diceritakan bagaimana perjalanan berliku yang ditempuh Mahyeldi.

Buku yang diterbitkan penerbit ‘TERAS’ ini ditulis empat orang penulis, yakni Syahrial Kamat, Mulyadi Muslim, Charlie Ch. Legi, serta Syamdani. Buku setebal 324 halaman itu terbit Desember 2017 lalu.
(maf)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak